Assalamualaikum teman-teman...
Aku akan mulai kembali menulis di blog ini. Ya mungkin hanya sekedar apa yang aku rasakan dan kalau juga sempat aku akan menuliskan artikel dan juga share ilmu.
Kali ini aku ingin menuliskan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Fiuh. Sebenarnya malas sih, karna ntar kalau dibilang, ditulis, upload status, dikira curhat, baper, lebay. But, everything is my life. I can do what i can with my way. Semua orang pasti punya keresahan dan masalah masing-masing dong. Dan semua orang itu juga pasti ingin mengeksperesikan apa yang dia rasakan. Mutlak, itu sifat manusia. Bahkan orang pintar sekalipun. Dan, tempat terbaik untuk curhat itu ya sama Allah. Allah lah maha segalanya. Dia pasti punya jalan ketika kita minta sesuatu yang kita ingin. Aku masih belajar. Masih terus belajar. Ilmuku masih sangat kurang. Terutama ilmu agamaku. Imanku masih sering naik turun. Makanya, aku akan terus belajar. Masalah memang mendewasakan, bagi dia yang menganggap masalah adalah pelajaran. Nah, bagaimana bagi yang tidak? Kita tidak tau, apakah akan mendewasakan? Atau malah menjadi hambatan bagi dirinya untuk maju? Yang jelas, hidup harus terus berjalan. The show must go on. Berkaryalah, bermanfaatlah, bergeraklah, agar kita menjadi manusia yg berguna tentunya.
Ini tulisan awalnya ingin mencurahkan isi hatiku. Kok malah jadi kayak memberi motivasi ya? 🤣
Ya, begitulah. Kita ingin sebenarnya mengungkapkan isi hati kita, walaupun rasanya, di umur yang segini itu hal yang kurang gentle. But, kita hanya manusia biasa. Punya rasa jenuh dan bosan. Aku mulai merasakan hal itu. Kembali. Mentalku sedang jatuh. Kualitas diriku juga sedang menurun. Aku tau itu pasti ulahku juga. Tapi apakah ada seseorang yang bisa mengerti apa yang kurasakan saat ini? Rasanya tidak. Sebaik baik tempat mengadu ya sama Allah. Kita tau kita salah, ya segera minta maaf. Lah, bagaimana kalau kita itu selalu minta maaf, terus buat salah lagi, minta maaf lagi, buat salah lagi. Apa kita gak malu? Secara pribadi, aku sendiri malu. Malu untuk bersujud kembali. Seolah, apa iya aku yang kotor ini pantas kembali bersujud kepada-Nya? Aku kecil di mata-Nya. Hanya seorang hamba yang tak tau diri. But, Allah is everything. Allah selalu membuka pintu taubatny bagi hambanya yang ingin kembali.
Tapi, ketika masalah itu datang bertubi-tubi, kadang kalau secara logika, tubuh dan diri ini sepertinya sudah tidak sanggup lagi menghadapinya. But come on. Semuanya harus terus berjalan. Kita baper, kita terlalu memikirkan masalah itu seperti menghambat jalan kita untuk terus maju.
Saat ini, aku sedang diberi banyak sekali tugas. Kadang saking banyaknya, aku pun tidak tau harus mulai darimana? Yang jelas, hatiku saat ini belum tenang. Aku harus ngomong sama seseorang yang aku anggap beliau Ayahku disini. Setelah itu, baru rasanya aku bisa kembali lancar. Dan tentunya, aku juga harus ngomong sama yang maha besar. Yang memberiku setiap masalah ini. Saat ini, aku sangat jauh dari-Nya. Makanya, kualitasku pun jauh menurun. Aku tanggung resiko itu.Karna itu ulahku sendiri.
GURU TERBAIK, ADALAH PENGALAMAN HIDUP
Kau tau bagaimana rasanya semu dan tak berarah? Kau tau bagaimana rasanya diri tak punya sandaran? Kau tau bagaimana rasanya kalau kita bependidikan? Semua pertanyaan tersebut merupakan refleksi untuk kita semua. Bagaimana kalau kita hidup tanpa belajar, seolah kehampaan menghampiri begitu saja. Di saat kesenangan hidup dirasa cukup, saat itulah hampa mulai menghampiri. Pentingnya sebuah keseimbangan. Kau tak selamanya akan merasakan senang, begitu pula sebaliknya, kau tak akan selamanya merasakan sedih. Kembali lagi, keseimbanganlah yang akan mewarnai hari-harimu. Yang membuat kau menjadi seseorang yang mempunyai nilai. Saat kau mampu merasakan keduanya, dan kau mampu menyeimbanginya, maka kau telah melewati ujian yang sesungguhnya. Dipuji tidak terbang, dihina tidak tumbang. Harap-harap dapat validasi, namun nyatanya kau sedang merefleksi diri. Kau haus pujian? Hidupmu sangat kesepian. Butuh sesuatu yang bemakna dan bernilai untuk terus kau lakukan. Kau tak sanggup dengan cob...
Komentar
Posting Komentar