Belajar Dari Sakit

Sakit,
Sepertinya apabila ditanya siapa yang ingin sakit, tentu banyak yang tidak ingin. Karena sakit bisa menghambat segala aktifitas dan juga rutinitas kita sehari-hari. Bagaimana tidak? Ketika sakit, tubuh kita akan sangat amat lemah. Hanya bisa terbaring di atas kasur. Dan itu seperti sangat menyiksa. Tapi, yang juga jarang kita ketahui, bahwa tubuh ini juga butuh istirahat. Ia tidak bisa diporsir dengan berbagai aktifitas yang terkadang kita sendiri memaksa tubuh ini untuk bekerja di atas rata-rata. Di tambah lagi mungkin dengan kurangnya asupan gizi sehat yang membuat tubuh merasa tidak adil. Ibaratkan sebuah mesin, jika ia diberi asupan dan minyak yang sedikit, sedangkan ia dituntut untuk mengerjakan banyak hal, maka ia akan drop. Seperti itulah tubuh manusia. Intinya, tubuh ini akan menyerah, ketika dia telah melakukan sesuatu yang berlebihan. Rindu yang berlebihan contohnya 🤣 (Bercanda guys).
Sesuatu yang tidak akan dipungkiri siapa pun adalah kehidupan ini tidak hanya dalam satu keadaan. Ada senang, ada duka. Ada canda, begitu juga tawa. Ada sehat, namun juga adakalanya sakit. Dan semua ini adalah sunnatullah yang mesti dihadapi orang manapun.
Di antara hal yang paling menarik dalam hal ini adalah di mana seorang manusia menghadapi ujian berupa sakit. Tentu keadaan sakit ini lebih sedikit dan sebentar dibanding keadaan sehat. Yang perlu diketahui oleh setiap muslim adalah tidaklah Allah menetapkan (mentaqdirkan) suatu taqdir melainkan di balik taqdir itu terdapat hikmah, baik diketahui ataupun tidak. Dengan demikian, hati seorang muslim harus senantiasa ridho dan pasrah kepada ketetapan Rabb-nya.
Saat seseorang mengalami sakit, hendaknya ia menyadari bahwa Rasulullah ï·º yang merupakan manusia termulia sepanjang sejarah juga pernah mengalaminya.
Bahkan dengan adanya sakit, banyak orang menyadari kekeliruannya selama ini sehingga sakit itu mengantarkannya menuju pintu taubat. Justru ketika sakit itu tidak ada, malah membuat banyak orang sombong dan congkak. Lihatlah Fir’aun yang tidak pernah Allah timpa ujian sakit sepanjang hidupnya, membuatnya sombong terlampau batas sampai-sampai berani menyatakan, “Akulah tuhan tertinggi kalian!” (QS. An Nazi’at: 24)
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan agar mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.” (QS. Al An’am: 42)
Tidak heran jika ada sebagian orang saat tertimpa musibah malah justru bergembira sebagaimana bergembira ketika mendapat kelapangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “…dan sesungguhnya salah seorang mereka benar-benar merasa gembira karena mendapat cobaan, sebagaimana salah seorang mereka merasa senang karena memperoleh kelapangan.” (HR Ibnu Majah dan Al Hakim, beliau berkata, “Shahih menurut syarat Muslim.” Disepakati oleh Adz Dzahabi)
Begitulah kira-kira yang dapat kita pelajari dari sakit. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

GURU TERBAIK, ADALAH PENGALAMAN HIDUP

Sebuah catatan kecil dari orang kecil yang bersiap dengan tanggungjawab besar di depan sana!

TULISAN AWAL TAHUN - KUNCI SUKSES & BAHAGIA DI 3 ALAM