GURU TERBAIK, ADALAH PENGALAMAN HIDUP
Kau tau bagaimana rasanya semu dan tak berarah? Kau tau bagaimana rasanya
diri tak punya sandaran? Kau tau bagaimana rasanya kalau kita bependidikan?
Semua pertanyaan tersebut merupakan refleksi untuk kita semua. Bagaimana kalau
kita hidup tanpa belajar, seolah kehampaan menghampiri begitu saja. Di saat
kesenangan hidup dirasa cukup, saat itulah hampa mulai menghampiri. Pentingnya
sebuah keseimbangan. Kau tak selamanya akan merasakan senang, begitu pula
sebaliknya, kau tak akan selamanya merasakan sedih. Kembali lagi,
keseimbanganlah yang akan mewarnai hari-harimu. Yang membuat kau menjadi
seseorang yang mempunyai nilai. Saat kau mampu merasakan keduanya, dan kau
mampu menyeimbanginya, maka kau telah melewati ujian yang sesungguhnya. Dipuji
tidak terbang, dihina tidak tumbang.
Harap-harap dapat validasi, namun nyatanya kau sedang merefleksi diri. Kau
haus pujian? Hidupmu sangat kesepian. Butuh sesuatu yang bemakna dan bernilai
untuk terus kau lakukan. Kau tak sanggup dengan cobaan? Artinya kau tidak yakin
dengan Tuhan. Ketika kau menerima pendidikan dengan baik, kau akan mengenal
Tuhan mu dengan baik pula. Ketika kau tak menerimanya, maka siap saja, kau
harus berusaha lebih keras di kemudian hari. Hari ini mungkin kau akan bersuka
cita dengan kesenangan semu. Lalu di masa mendatang, kau salahkan hidupmu yang
terlalu buntu. Seolah dunia tak berpihak padamu. Seolah kau lah yang melarat di
muka bumi ini. Padahal sebaliknya, seberapa banyak pendidikan yang kau resapi?
Apa yang kau lihat, apa yang kau dengar, dan apa yang kau rasa, itu semua adalah
pendidikan. Sebuah pepatah hidup yang
harus terus digaungkan. Hidup ini tentang belajar. Belajar dari kesalahan.
Belajar dari kebenaran. Di saat kau salah, kau akan mendapatkan pendidikan
terbaik. Di saat kau benar, kau mendapatkan pendidikan bahwa benar tak
selamanya benar di mata orang. Bisa jadi kau beranggapan sudah benar, namun di
mata orang yang berbeda, kau justru salah besar. Tergantung di lingkungan mana engkau
hidup.
Terbiasalah untuk selalu belajar. Ini bukan hanya tentang di kelas. Guru
akan mengajarkan ilmu yang ia punya. Guru terbaik justru datang dari
pengalamanmu. Sejauh mana bumi dipijak, sejauh itu pula langit dijunjung. Kau
tak boleh terbang saat dipuji, dan kau tak boleh tumbang saat terhina. Belajar
seimbang. Bersenang seharusnya. Bersedih semestinya. Capai pendidikan terbaikmu
dengan terus mengalami. Capai pendidikan terbaikmu dengan terus menghargai
proses. Capai pendidikan terbaikmu, dari semua rasa suka dan duka.
Tentu kau butuh bimbingan untuk mencapai semua hal yang tersebut di atas.
Kau tak bisa sendirian. Pada dasarnya, manusia tercipta untuk bersosial.
Bermasyarakat. Saat manusia lain tak menerimamu, mungkin ada di manusia lain
pula yang akan menerima. Saat kau mendapatkan pendidikan dari gurumu, maka
terima semuanya, terapkan dalam kehidupan. Berawal dari gurulah citamu akan
tercapai. Berawal dari gurulah, kau akan memulai. Berawal dari gurulah, kau
mendapatkan pengajaran dan pendidikan. Tak semua guru itu sempurna, meski ia
selalu dituntut untuk itu. Di saat gurumu bersalah, jangan kau lihat dan contoh
kesalahan itu. Justru kau harus sadar, bahwa guru juga manusia. Ia bisa
bersalah kapanpun itu. Kembali lagi, guru terbaik itu sebenarnya apa yang telah
kau alami. Apakah kau sudah belajar dari pengalaman itu?
Teruntuk seluruh guru yang membaca tulisan ini, mari bersama-sama menularkan
hal-hal positif kepada murid kita, agar mereka belajar dengan baik. Bukan hanya
menerima ilmu di kelas, namun mereka juga harus menerima pendidikandi luar
kelas. Kolaborasi antara orangtua dan guru sangat dibutuhkan. Di saat orangtua
percaya kepada seorang guru agar anaknya menerima pendidikan, di saat itulah orangtua
harus sepakat dengan apa yang akan dididik oleh guru terhadap anaknya. Akan ada
suka dan duka. Namun yang harus diselaraskan, bahwa tidak ada dalam sanubari
guru untuk tidak memberika yang terbaik. Ia akan selalu berusaha untuk
memberikan pengajaran dan pendidikan yang terbaik kepada anak yang telah
dititipkan kepadanya. Kalau kepercayaan itu hilang, ya silahkan saja tarik lagi
anaknya, cari guru yang sekiranya sesuai. Atau didik anakmu sendiri, jikalau
tiada kepercayaan lagi terhadap guru yang ada di bumi ini. Ingat, guru terbaik
adalah pengalaman hidup.
Sehat-sehat pejuang pendidikan. Tugas kita berat, namun akan ringan jika
diiringi dengan keikhlasan dan kesungguhan.
Selamat Hari Guru, untuk semua guruku. Selamat hari guru untuk semua guru
dan pendidik di negeri tercintaku.
Ikhwan Julisman
Komentar
Posting Komentar