MUNDUR SELANGKAH UNTUK MELOMPAT LEBIH JAUH


SEMANGAT PAGI!!!


Terlalu manis, untuk dilupakan. Eh, kayak nyanyi ya :D. Enggak, bukan itu yang akan ditulis pada tulisan ini. Tulisan ini teruntuk kepada siapapun yang sedang merasakan sendirian, sepi, insecure, galau, gabut dan apapun itu yang sekiranya membuat diri merasa tiada berguna. 

Hidup siapa yang tau sampai kapan. Namun yang pasti, kita akan 'Pulang'. Entah esok atau kapanpun. Hanya Allah yang maha mengetahui. Sedaya upaya kita berusaha untuk menghindar darinya, tetap saja ketentuan itu sudah pasti. Tidak ada yang bisa dihindari dari apapun yang akan kita rasakan di sepersekian detiknya bahkan. Untuk itu, jadilah manusia yang lebih bermakna, selagi Allah masih memberikan kita kesempatan untuk 'hidup'.

Hidup. Bukan hanya tentang manusia yang masih bernafas. Bukan hanya tentang seseorang yang masih bernyawa. Akan tetapi bagaimana si manusia menjadi sebenar-benar manusia. Lah kan, emang semua manusia ya kan ya? :D. Namun, banyak yang belum menyadari, bahwa di dalam diri manusia tersebut, banyak sekali hal yang bisa dilakukan, dikembangkan, diperdayakan dengan baik. Bukan hanya dengan mengikuti nafsu belaka. Sesekali, ajak dirimu ngomong. Ngobrol apapun itu. Seperti yang penulis lakukan saat ini. Perumpamaan bagaimana penulis berbicara dengan diri sendiri. 

Tanpa sadar, kita selalu menghabiskan waktu untuk hal-hal yang membuat kita merasakan rugi. Rugi kenapa aku tidak melakukan hal yang sepantasnya. Rugi, kenapa aku tidak melakukan hal-hal yang baik. Benar, kalau ada yang merasakan, itu artinya diri kita menyadari bahwa apa yang telah kita lakukan itu tidak bermanfa'at. Tapi tidak semua hal yang tidak bermanfa'at. Justru terkadang menjadi sebuah pembelajaran hidup, bahwa kita tidak harus melakukannya dan mengulanginya lagi. 

Tersadar dari semua itu, banyak hal lain lagi yang membuat kita hilang arah. Contohnya, terlalu memikirkan omongan orang lain. Well, hidup di dunia ini hanya sekali, ngapain kalau harus terus menerus mendengarkan omongan orang yang mungkin saja ia mengatakannya secara tak sadar. Kalaulah ia sadar dengan apa yang ia lakukan dan ia omongkan, maka tidak akan keluar omongan tersebut kepada kita. Semua orang punya mulut, tapi tak semua orang menggunakan mulutnya untuk hal-hal yang baik. Semua orang punya akal, tapi tak semua orang menggunakan akalnya dengan baik. 

Naif sekali diri ini, jikalau hanya memikirkan perkataan orang lain, apalagi yang menjatuhkan. Let it flow. You gonna be happy with your self. Jangan diambil hati omongan orang. Jalani aja kehidupan kamu senyamannya kamu. Kamu berhak untuk bahagia dan hidup tenang. Omongan orang yang menjatuhkan, hanya bisa membuat diri kita down. Begitupun sebaliknya, omongan orang yang terlalu memuji juga terkadang tidak baik. Bisa membuat diri kita menjadi cepat puas. So, yang bisa menilai diri kita sendiri adalah kita. 

Semangat selalu. Kalau semangat lagi menurun, coba deh mundur dulu. Gak apa kok untuk malas-malasan sejenak, rebahan sejenak, scroll Media sosial sejenak. Ingat! Hanya sejenak, jangan sampai tenggelam kesejenakannya itu. Toh, mundur selangkah untuk bisa melompat lebih jauh. 







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

GURU TERBAIK, ADALAH PENGALAMAN HIDUP

Sebuah catatan kecil dari orang kecil yang bersiap dengan tanggungjawab besar di depan sana!

TULISAN AWAL TAHUN - KUNCI SUKSES & BAHAGIA DI 3 ALAM