TERUNTUK KAMU YANG SEDANG TAK BERNYALI
Tulisan ini ditujukan kepada siapapun yang merasa dirinya tidak berguna, merasa insecure, merasa diabaikan dan apapun itu yang menyebabkan kita patah dan hilang semangat. Jika kamu merasakan hal tersebut, maka kamu sedang membaca suatu bacaan yang setidaknya bisa membuatmu lebih bermakna.
Kita, sebagai manusia terlebih dahulu harus menyadari bahwa semua yang kita punya hanyalah titipan semata. Tidak lain dan tidak bukan adalah amanah yang Allah SWT berikan kepada kita sebagai hamba. Bukan untuk dimiliki sepenuhnya, melainkan untuk dijaga amanah tersebut. Termasuk nyali. Jikalau nyali kita tidak kuat, mengapa kita masih bertahan hingga detik ini? Jikalau nyali kita lemah, kenapa ia masih kuat untuk menopang kedua kaki ini? Jikalau nyali ciut, lantas apa alasan yang membuatmu terkadang bisa bersemangat dan tersenyum lagi? Tiga pertanyaan yang seharusnya dijawab untuk siapapun yang membaca tulisan ini.
Yang namanya hidup, tentu banyak sekali yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Kalimat yang sangat familiar bagiku. Kalimat yang selalu diucapkan oleh Bapak Pimpinan pesantrenku, KH Ust. Shaprialdi. Beliau selalu mengatakan kepada kami santrinya,"Apa yang kalian lihat, apa yang kalian dengar, dan apa yang kalian rasakan, itu semua adalah pendidikan." Kalimat ini selalu terngiang di telinga. Bahkan selalu merasakannya.
Lihat, apapun yang kita lihat, baik yang baik maupun yang buruk, itu ujungnya akan menjadikan kita lebih terdidik dari sebelumnya. Jikalau ia baik, maka kita akan menggunakannya dengan baik, dan jikalau ia buruk, maka itu juga akan menjadi pelajaran bahwa ia tidak harus diulangi. Begitu juga dengan apa yang kita dengar dan kita rasakan. Jadikan semuanya sebagai pendidikan, yang membuat diri kita lebih 'terdidik'.
Realita kehidupan, yang kadang senang, kadang malang. Kadang suka, kadang duka. Itulah dinamika kehidupan yang sudah semestinya kita rasakan. Semua soal 'rasa'. Rasa-rasanya aku gak dipakai lagi lah di sini. Rasa-rasanya saya sudah bisa lagi dengan tanggung jawab ini. Rasanya dia marah samaku. Dari contoh di atas, itu semua adalah sebuah perasaan yang muncul dari sinergi negatif kita. Bisa jadi itu terjadi karena kebiasaan kita sehari-hari. Yang mana, selalu hal negatif yang kita lakukan.
Ayo deh, coba temukan sinergi positif dari diri kita. Ingat, semua akan ada masa terbaik yang kita miliki. Dan jadikan masa kelam kita sebagai pengalaman yang berharga, dan agar kita lebih terdidik lagi kedepannya.
Bener banget ustd ,,
BalasHapus😁🙏
HapusSemoga membantu