Sebuah catatan kecil dari orang kecil yang bersiap dengan tanggungjawab besar di depan sana!
Tulis, apa yang sedang kau pikirkan. Ketika kau menulis, apa saja yang ada di dalam pikiranmu akan keluar dengan sendirinya. Kali ini aku akan menulis kembali kebingungan dan kegalauanku. Bingung karena adaptasi dengan suasana baru, yang sebenarnya tempat lama yang memang sangat aku rindukan. Aku kembali ke rumah besarku. Tempat aku menimba ilmu dan mendapatkan pendidikan. Aku kembali karena panggilan hati. Aku kembali bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Aku kembali untuk mendedikasikan diri, membantu Bapak dan kembali berusaha mengembangkan ide dan pikiran.
Namun, tentu yang namanya manusia tetap akan menemui berbagai halangan dan rintangan. Terkadang, ia datang dari hal yang tidak diduga, kadang ia disadari, kadang ia melalaikan, bahkan menjatuhkan. Kesehatan mental memang sangat dibutuhkan untuk menentukan performa kita sebagai manusia yang sangat membutuhkan kegiatan, agar hidupnya mempunyai arti.
Gila. Energi positif belum juga tiba. Terlalu bertumpuk energi negatif di dalam tubuh. Membiasakan kebiasaan baik juga tak semudah itu. Berubah ke kebiasaan buruk lebih mudah daripada berusaha memulai kembali kebiasaan baik. Hancur. Belakangan ini memang hancur dan kacau banget. Tak dapat dipungkiri. Tak dapat disiratkan hanya dengan kata-kata. Maka dari itu, menulis pun tak terlaksana.
Katanya ingin jadi penulis? Tapi kok seperti tiada berambisi sama sekali.
Hidup di dunia
ini cuma sekali. Dan sekalinya kau hidup, justru kau sia-siakan waktumu dengan
hal yang tak berguna.
Sumpek. Ah,
beneran sumpek dan riweh banget nih pikiran. Ribut banget kayak di pasar.
Duh, ayo dong
mulai lagi. Masa’ mau nyerah dengan keadaan. Mau sampai kapan?
Ambisi untuk
hidup seolah meredup sementara. Gak tau juga sementara atau bahkan selamanya.
Jangan sampai demikian.
Apa yang kau
cari dari menulis? Uang? Kau bisa berdagang. Ketenaran? Yakin kau siap untuk
itu dan apa pantas?
Begitulah
tatkala overthinking menguasai diri.
Badan letih,
namun tiada karya yang terbuat.
Pikiran lelah,
namun apa kegiatan yang kau lakukan?
Mata mengantuk.
Mau sampai kapan kau habiskan masa malammu dibanding kau gunakan ia untuk
beristirahat.
Kini, keputusan
ada di tanganmu. Kau siap untuk sukses, atau hanya sekedar ingin. Kau butuh betul tulisan ini? Atau justru kau yang mau terkontaminasi dengan pikiran
negatif itu.
Sekali lagi aku katakan, hidup cuma sekali, hiduplah yang berarti.

Great ust semngat trus untuk jd writer
BalasHapusSiap. Terimakasih dukungannya 🙏
Hapus