HARGA SEBUAH PERCAYA

       Jika dilihat dari judulnya, tentu ada yang mengira ini adalah plagiasi. Ada yang tau itu judul buku siapa? Kalau tidak tau, atau pernah tau, namun tidak ingat, itu adalah judul novel dari penulis ternama Indonesia, yaitu Tere Liye. Novel yang jumlah halamannya 298 ini merupakan novel romansa. Namun, saya tidak akan mengambil isi dari novel tersebut, dan juga tidak sedang membuat resensi novel tersebut. Namun, saya mengambil judul ini karena hanya ingin menuliskan apa yang saat ini terlintas di pikiran. Sebelum ide itu lupa dan menghilang, untuk itu saya mulai menuliskannya di laman ini.

       Sebuah kepercayaan dari seseorang yang sangat berharga di hidup kita memang sangatlah berarti. Terlebih dari orangtua kita sendiri. Ketika mereka percaya bahwa kau akan menjadi seseorang yang sukses dan membanggakan mereka, maka tugasmu adalah mengaminkan kepercayaan itu sembari berusaha merealisasikannya di dalam kehidupan. Tentu, tidak ada orangtua yang tidak menginginkan anaknya untuk sukses, lebih lagi untuk membahagiakan keduanya. Namun pada kenyataannya, justru anaknya yang terkadang lupa untuk mengaminkan, lalu terbawa arus derasnya kehidupan.

         Hidup tak selamanya tentang sukses kok. Menghargai sebuah proses juga merupakan sesuatu yang patut kita apresiasi. Dan di dalam sebuah proses, tak jarang kita menjumpai berbagai macam rintangan dan halangan, entah itu dari sekitar dan orang lain, atau justru dari ulah kita sendiri. Hal itu lah yang membuat kita tidak merealisasikan kepercayaan orangtua kita, sehingga turunlah harga sebuah kepercayaan tersebut. 

          Perspektif dan sudut pandang orang jelas berbeda. Kadang ia berlawanan, dan bisa jadi berkawan. Perbedaan itulah yang nantinya membuat tulisan ini menjadi gamblang jika dibaca oleh seseorang yang mungkin tak sejalan dengan pikiranku. Tidak mengapa dan sama sekali tidak dipermasalahkan. Justru jikalau ada yang berbeda pendapat, saya lebih membuka diri, untuk berdiskusi sembari menyeruput secangkir kopi. Ah, tentu nikmat sekali. Mampu bertukar pikiran dan saling meragakannya di kehidupan masing-masing. Tentu dari sebuah perbedaan itulah yang nantinya akan menghasilkan sebuah hasil yang baik.

         Kembali ke topik awal. Menghargai sebuah kepercayaan itu tentu juga menjadi tugas yang berat jika kita tidak siap dengannya. Alangkah baiknya, sebelum kita dipercaya, kita bertanya terlebih dahulu, apakah kita pantas dipercaya dengan tanggung jawab ini? Berbeda lagi dengan kepercayaan dari orangtua. Bagiku kepercayaan mereka itu sangat mutlak, ya walaupun terkadang berseberangan paham. Tapi yang paling penting, tiada satu pun orangtua yang menginginkan anaknya gagal. Jikalau anaknya sukses, tentu ada kebanggaan tersendiri yang muncul.

           Sebaliknya, jika kita dipercaya sama seseorang atau sama atasan, justru kita harus mengetahui dulu kenapa kita yang dipercaya? Pertanyaan tersebut harusnya dilemparkan kepada diri kita masing-masing. Artinya, ketika kita dipercaya, sudah jelas kamu mempunyai nilai dari apa yang telah dipercayakan tersebut. Kalau kita sudah punya nilainya, berarti orang tersebut yakin bahwa kau akan mampu mengatasinya. Itulah mengapa betapa mahalnya sebuah kepercayaan, sehingga kalau kita mengkhianatinya, maka hilanglah sudah kepercayaan itu.


Sungai Lala, 11 Juni 2023

Ikhwan Julisman



      

Saat menjadi pembuka acara Panggung Gembira di Pesantren Darul Huda Lirik, 2018.


            

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GURU TERBAIK, ADALAH PENGALAMAN HIDUP

Sebuah catatan kecil dari orang kecil yang bersiap dengan tanggungjawab besar di depan sana!

TULISAN AWAL TAHUN - KUNCI SUKSES & BAHAGIA DI 3 ALAM