Catatan IJ - 001 - 13/04/2023
Ada suatu hal
yang mengganjal di hati. Entah sebuah perasaan, atau Cuma rasa was was semata.
Ah, entahlah. Bingung juga kadang. Terlebih sudah terlalu banyak manis, asam,
pahitnya kehidupan yang dirasakan. Dengan menulis, seolah semua terwakilkan.
Namun, tak selamanya kita bisa menulis. Terkadang, cukup dengan dirasakan, lalu
berlalu tanpa ada alasan.
Banyak hal
yang mesti dipelajari. Masih banyak buku yang belum selesai dibaca.
Mengendalikan diri untuk membagi waktu, rasanya lebih sulit daripada memutuskan
apa yang akan kita lakukan saat ini. Pelik emang, namun harus belajar mengenal
arti dari kata prioritas, lalu mengamalkannya.
Hidup tak
melulu tentang mengejar kesuksesan. Terkadang yang harus disadari adalah
bagaimana kita bersyukur atas perjuangan yang tak pernah berhenti, meski lelah
juga tak bisa di salah arti. Perjuangan, pergerakan, pengorbanan, kecewa, suka
cita, merupakan proses panjang kehidupan kita di dunia ini. Terkadang, kita
merasakan apa itu berhasil, dan tak luput pula merasakan gagal.
Pendewasaan
diri terlalu cepat dirasakan. Ia tak pernah bertanya apakah kita siap, atau tak
pernah siap. Yang paling terpenting adalah kita bisa melalui dan menghadapinya
dengan ketenangan yang harus dilatih denga banyak ketakutan di masa lalu.
Dilatih dengan kegagalan demi kegagalan. Dilatih dengan berbagai macam
rintangan. Sehingga, ketika kita merasakan kegagalan lagi, kita berucap,”Oh,
dulu kan pernah juga merasakan hal seperti ini.”
Perubahan
zaman yang semakin cepat. Teknologi yang semakin berkembang pesat. Semua
terlihat dan terlalu mudah untuk di akses dan ditelusuri. Namun, efek dari
semua ini adalah bagaimana penurunan sikap dan karakter yang sangat drastis.
Literasi. Ah, sepertinya sudah banyak yang mengadopsi zaman visual saat ini.
Apalah daya, kita yang masih bertahan pada masa tekstual. Menggunakan kebebasan
pikiran dalam bentuk literasi, namun juga mencoba mencari inspirasi dari sistem
visual.
Begitulah
zaman yang terjadi, sistem yang berubah dengan sanagat cepat. Banyak keinginan
yang tak searah dengan nilai-nilai yang harusnya terjaga. Seolah, semua
keinginan wajib terpenuhi. Padahal tidak semestinya seperti itu. Terkadang
pula, seluruh keinginan itu harus diperjuangkan sedemikian rupa. Untuk apa?
Untuk dan agar kita tau manisnya perjuangan itu jauh lebih indah daripada
merasakan hasil yang mungkin hanya sesaat saja.
Catatan IJ - 2023

Komentar
Posting Komentar