Skenario Film Inspiring Teacher
INSPIRING TEACHER
THE MOVIE
Written by : Ikhwan Julisman
Skenario Film Inspiring Teacher
Scene
1
INT_AULA_(PAGI)
Guntur
Dkk.
Saat
itu guntur baru saja selesai Yudisium. Ia menerima raport dan ijazah dari
pesantrennya. Tersenyum. Itu yang dilakukan guntur saat menerima hasil
belajarnya.Dan saat itu ia diajak berfoto oleh teman-temannya.
Deri/Ihsan
Ntur, yok foto dulu kita
Guntur/Bayu
Oh, iya, duluan aja der
Deri/Ihsan
Ayo lah, sebentar doang
Andre/Rozy
Iya, bentar doang pun
Guntur/Bayu
Okelah, bentar doang ya
Deri & Andre
Iya iya
Deri, Andre dan
guntur pun pergi ke tempat teman-temannya berada. (Panggung)
Bani/Markiano
Lama kali kalian
Andre/Rozy
Ini si guntur susah kali tadi diajak
Guntur/Bayu
Iya, iya, aku salah
Mereka pun
langsung berfoto.
(Hasil
Foto).
_Transisi_
Scene
2
INT_STUDIO_(PAGI/SIANG)
Guntur
Sesaat
kemudian, foto itu sudah ada di dalam bingkai, dan bingkai itu sedang di pegang
oleh guntur sembari tersenyum, lalu meletakkannya di atas meja kerjanya dan
berangkat untuk sholat.
(Opening Film/Judul film)
Scene
3
INT_MASJID_(SIANG)
Syuting
saat santri sedang sholat, dengan teknik droning dan arrounding + Close up.
Scene
4
EKS_BERANDA
MASJID_(SIANG)
Guntur
sedang keluar mesjid dan mengambil sendalnya, saat ia berjalan datang Galang
dan Yosri mengikutinya.
Galang/Dimas RP
tur, ilaina anta?
Guntur/Bayu
Ilal math’am, aju’ jiddan za
Yosri/Haris
Sawiyyan faqoth nahnu
Galang/Dimas RP
Walakin ana lam aju’
Bani/Markiano
(Sambil berlari mendekat)
Ya akhi, ilaina antum?
Yosri/Haris
Nahnu sana’kul
Bani/Markiano
Ya kholas, ta’al, ana aju’ aidhon za
Guntur/Bayu
Ta’al, nahnu awalan
lang
Galang/Dimas RP
Tafaddhol
(Guntur, Bani dan Yosri pun pergi ke dapur
untuk makan)
Scene 5
INT_DAPUR_SIANG
Guntur, Bani,
Yosri, Amran, Oki
Sesampainya di
dapur, Guntur, Bani dan Yosri langsung menuju meja makan yang sudah ada Oki.
Saat itu Amran
sedang mengontrol anak-anak yang sedang makan, karena dia adalah bagian dapur
pesantren.
Guntur, Bani, Yosri
Assalamu’alaikum
Oki & Amran
Waalaikumsalam, ta’al brother
Guntur
Na’am (Sambil
mengambil piring, dan mengopernya ke teman-temannya)
Amran/Thoriq
Ana fatisy a’do’ awalan ye
Guntur, Bani,Yosri, Oki
Ayuwah
Guntur/Bayu
Yang lain mana ki?
Oki/Romi
Entah, gak tau nih
Bani/Markiano
Alah, paling makan luar
Oki/Romi
Iya, tadi naik motor ust. Putra sama ust. Iwan
Guntur/Bayu
Emang ada bilang mau kemana mereka?
Oki/Romi
Bentar (Flashback)
Scene 6
EKS_DEPAN
KANTIN_SIANG
Putra, Iwan, Oki,
Amran
Ust. Putra dan
ust. Iwan datang ke dapur untuk makan. Mereka datang dengan senyum. Dan, saat
ust. Iwan menyingkap tudung saji, mereka langsung kesal dan meninggalkan dapur
begitu saja. Sempat ditanya sama Amran, tapi mereka berlalu gitu saja. Amran
dan Oki hanya bergeleng melihat prilaku senior mereka. Ust. Putra dan Ust Iwan
pun langsung menancap motornya.
Back Scene 5
Oki/Romi
Begitulah kira-kira tadi kejadiannya
Bani/Markiano
Senior macam apa mereka?
Guntur/Bayu
Hush, gak boleh kayak gitu
Bani/Markiano
Loh, ente kok jadi bela mereka?
Guntur/Bayu
Ya bukannya bela mereka, tapi ngapain juga
kita ngurusin mereka
Yosri/Haris
Udah, udah jangan debat.Kasihan nih nasinya
dibiarkan aja
(Mereka pun makan siang dengan seksama, namun
Bani agak sedikit terganggu dengan sikap Guntur tadi)
Yosri/Haris
Bik, ada nasi
Bik dapur
Ada nih, ambil sini
Bani/Markiano
Ente mau nambah?
Yosri/Haris
Iya nih, lagian masih kurang juga nasinya, si
Amran belum makan juga dia
Bani/Markiano
Ya udah, nih habisin dulu nasi ana, hilang
selera ana jadinya (sambil berlalu)
Oki/Romi
Alah Bani, bani, gitu aja marah, guntur kan
biasa aja dia
Guntur/Bayu
Udah, biarin aja
Scene 7
INT_KAMAR_SORE
Guntur, Bani,
Amran, Andre, Galang, Yosri, Deri, Ust. Putra, Ust. Iwan
Suasana sore itu,
setelah sholat ashar, Guntur masuk ke kamarnya dengan masih berpakaian sholat.
Ia melihat beberapa teman dan seniornya sudah lebih dulu berada di kamar. Ia
hanya menggeleng.
Ust. Putra
Biasa aja kali tur, besok ente gini juga nya
Ust. Iwan
Iya, sok-sok alim. Iya sih, seminggu pertama
bolehlah bareng, alim, paling setelah itu mencar, jadi masbukin juganya
Ust. Putra
Hahaha... entah tuh, ya kan Bani?
Bani/Markiano
Entah tuh, sok-sok an.
Ust. Iwan
Lihat, Bani aja biasa aja ha
Guntur hanya diam
dan tidak menghiraukan ucapan mereka. Dan kemudian ia ganti pakaian olahraga.
Guntur/Bayu
Yos, joging yok
Yosri/Haris
Yok
Ust. Iwan
Hei, tur, Joging tuh untuk pagi. Kaifa anta
za. (Dengan pandangan sinis)
Guntur/Bayu
Eh, iya ya. Sory al-akh.
Yosri/Haris
Ya udah yok tur, ajakin yang lain coba
Guntur/Bayu
Eh, ada yang mau ikutan kita lari gak?
Suasana hening,
karna ternyata beberapa mereka sedang asyik dengan hp nya masing-masing.
Akhirnya Amran beranjak dari ranjangnya, dan meletakkan hp nya di lemarinya.
Amran/Thoriq
Ya udah, ane ikut tur
Galang/Dimas RP
Wey, wey, ana ikut juga (Ucap Galang yang saat
itu baru masuk kamar
Guntur/Bayu
Ya udah siapa lagi? Ente gak ikut der?
Deri/Ihsan
(Sambil masih tersumbat headset telinganya,
Deri hanya menggeleng)
Guntur/Bayu
Okelah
Scene 8
EKS_SHAFA
MARWAH_SORE
Guntur, Amran, Yosri, Galang
Guntur, Amran, Yosri, Galang
Galang/Dimas RP
Arah mana kita nih tur?
Guntur/Bayu
Ehm,,, kemana bagusnya yos?
Yosri/Haris
Kemana ya?
Amran/Thoriq
Sukajadi aja yok
Guntur/Bayu
Boleh juga tuh
Galang/Dimas RP
Ya udah, yok
Yosri/Haris
Berangkat!
Scene 9
EKS_LAP.SUKAJADI_SORE
Guntur, Amran,
Yosri, Galang, Ust. Jefri
Guntur/Bayu
Stop, berhenti dulu kita!
Galang/Dimas RP
Emang kenapa? Nanggung nih
Guntur/Bayu
Noh, lihat
(Sambil menunjuk ke arah warung)
(Shoot saat ust. Jefri sedang ngobrol dengan
salah seorang warga)
Yosri/Haris
Waduh, pak bos
Amran/Thoriq
Iya, widih, berabe niih
Galang/Dimas RP
Alah, biasa aja lah, yuk lanjut
Guntur/Bayu
Gila ente nih, segan loh
Galang/Dimas RP
Yo wes,, aku duluan
Guntur dkk
Eh, jangan
Guntur/Bayu
Barengan aja
Galang/Dimas RP
Ya udah, yok
(Sesaat kemudian Bapak Pimpinan lewat dengan
menggunakan sepeda motor, pergi meninggalkan warung tsb)
Amran/Thoriq
Waduh, keluar beliau
(Beliau pun melewati Guntur dkk)
Ust. Jefri
(Senyum)
Guntur dkk
Assalamualaikum tad
Ust. Jefri
Waalaikumsalam (sambil berlalu)
Galang/Dimas RP
Tuh kan, beliau aja selow
Guntur/Bayu
Iya, iya,, yok lanjut
Galang dkk
Yok
Scene 10
INT_AULA_MALAM
Seluruh Guru,
Ust. Jefri
Ust. Jefri
Assalamu’alaikum wr wb
Seluruh Cast Guru
Waalaikumsalam wr wb
Ust. Jefri
Nabda’ Ihtifalana
biqiroatil basmalah
Seluruh Guru
Bismillahirrahmanirrahim
Ust. Jefri
Malam ini sengaja saya kumpulkan antum semua,
untuk membahas dan membagi tugas selama satu tahun pelajaran ini. Jadi saya
harap, perhatikan dan dengarkan baik-baik. Dan setelah dibagi nanti, saya mau
semua lini berjalan. Dan juga harus disadari bahwa sekarang, kita ini sedang
mendidik. Mendidik ummat. Mendidik amanah dari para orangtua. Jadi harus
benar-benar serius dan ikhlas dalam melaksanakan tugas ini. Berat. Tapi kalau
dikerjakan, inshaAllah ringan semua.
Scene 11
INT_MESJID_MALAM
Guntur dan Yosri
Guntur dan Yosri
Guntur dan Yosri
sedang mengontrol santri-santri yang sedang belajar. Tapi apa yang dia lihat?
Yang dia lihat hanya yosri guru satu-satunya yang sedang mengontrol saat itu.
Guntur/Bayu
Baru juga tadi dibagi tugas dan dinasehati
.... hmmmm, kacau
(Sambil berlalu)
Scene 12
INT_MESJID &
KAMAR_SUBUH/MALAM
Guntur, Dan
Guru-guru
Saat itu syuting
pada saat sholat subuh. Dan saat salam, ia melirik seluruh shaf sholat. Sekali
lagi. Ia hanya mendapati Yosri dan juga Galang. Saat ia ke kamar, ia melihat
banyak temannya yang belum bangun.
Guntur/Bayu
(Mendatangi ranjang-ranjang)
Ya akh, qum. Ya akh, qum. Sholli awalan.
Bani/Markiano
(Sambil agak sedikit berontak)
Errmmm, nantilah, orang masih ngantuk, ganggu
aja
Guntur/Bayu
MasyaAllah, hei, sholat dulu, ente nih
Bani/Markiano
Iya, iya
Guntur/Bayu
(Saat itu sudah semua temannya yang ia
bangunkan, tibalah ia harus membangunkan seniornya)
Ya ustadz, qum
Ust. Putra
Heeh
Guntur/Bayu
(Ke ust Iwan)
Ya ustadz, quum.
Ust. Iwan
Ente ngapa sih, sibuk aja?
Guntur/Bayu
Ana Cuma bangunin antum semua biar pada sholat
(sambil meninggalkan kamar)
Transisi
timelapse sunrise
Scene 13
INT_KELAS
PUTRA_PAGI/SIANG
Guntur dan Murid
Saat itu Guntur
pergi menuju kelas 4B.
Guntur/Bayu
Assalamualaikum wr wb
Murid
Waalaikumsalam wr wb
Guntur/Bayu
What is our lesson now?
Murid
Our lesson now is English
Guntur/Bayu
Okey, before we continue our lesson, who are
cleaner of class?
Murid
(Saling berbisik, dan menunjuk)
Tanjung
I am sir
Arya
Me too sir
Hasan
Me too sir
Guntur/Bayu
Please come forward
(Murid maju ke depan)
Guntur/Bayu
Have you clean the class?
Tanjung
We haven’t sir
Guntur/Bayu
Why? What is your reason?
Hasan
We have not any broom sir
Guntur/Bayu
Seriously? (Nanya ke seluruh murid)
Murid
Yes sir
Guntur/Bayu
Okey, tomorrow buy it, and you please push up
20 more
Please have a seat
Murid yang dihukum
Yes sir
Guntur/Bayu
Okey, our chapter today is Simple Present
Tense, what?
Murid
Simple Present tense
Guntur/Bayu
(Menulis materi simple present tense di papan
tulis)
Murid
(Menulis)
Guntur/Bayu
(Menjelaskan simple present tense seacara
singkat)
(Langsung ke scene untuk latihan atau PR)
Guntur/Bayu
Okey, is there any question?
Imam
Sir, kapan ngumpulkan PR nya?
Guntur/Bayu
Di pertemuan selanjutnya, InshaAllah
Imam
Thank you sir
Guntur/Bayu
Next? Is there?
Murid
Enough sir
Guntur/Bayu
Okey, let’s close our
lesson by reciting al-hamdalah
Murid
Alhamdulillahi robbil ‘alamin
Guntur/Bayu
Assalamualaikum wr wb
Murid
Waalaikumsalam wr wb
(Guntur langsung menuju kantor)
Saat di kantor
Ustz. Lidya
Guntur, kamu nanti gantikan Ustz. Imel ya,
beliau berhalangan hadir
Guntur/Bayu
Kelas berapa buk?
Ustz. Lidya
Kelas 4A mau ya?
Guntur/Bayu
Waduh, tapi okelah.
Scene 14
INT_KELAS
4A_PAGI/SIANG
Guntur dan murid
Guntur pergi
menuju kelas, dan ia merasa seperti gugup.
Guntur/Bayu
Assalamu’alaikum wr wb
Murid
Waalaikumsalam wr wb
Guntur/Bayu
Okey, what is your lesson?
Murid
Our lesson now is Biology
Hardianti
(Baru mau disampaikan oleh guntur, akan tetapi...)
Kemana Ibuk nya tad?
Guntur/Bayu
Gurunya sedang berhalangan, jadi saya yang
gantikan
Hardianti
Ooo, gitu ya tad
Guntur/Bayu
Iya
(Sementara di belakang kelas)
Hudiyah
Lir, ganteng ya rupanya ust. Guntur nih
Lira
Iya Hudiyah, he is so cool
Guntur/Bayu
Okey, baik berhubung Gurunya juga gak ada
memberi tugas, jadi kita sharing sharing aja ya
Murid
Yeee,,, oke tad
Tika
Oke tad, mantul
Guntur
Mantul apaan sih?
Tika
Mantap betull tad
(Yang lain tertawa)
Guntur
Ooo,, hush, jangan ribut-ribut
Murid
Iya tad
Sitorus
Tad, cita-cita ustad apa?
Guntur/Bayu
Saya pengen jadi Pilot
Nada
Lah, terus kok ustad malah milih ngabdi
disini?
Guntur/Bayu
(Guntur seketika terbayang Ayahnya, tapi ia
tidak ingin kelihatan lemah di depan santrinya)
Nada
Kok ustad diam?
Guntur/Bayu
Iya, saya dulu pengen jadi pilot, tapi
sekarang saya lebih memilih untuk jadi Guru
Soleha
Alasannya tad?
Guntur/Bayu
Karna bagi saya, Guru itu adalah orang hebat
dan pasti keren
Dhilah
Apa hanya itu alasannya tad?
Guntur/Bayu
Sebenarnya, kenapa saya pengen jadi Guru, ya
karna saya ingin bermanfa’at untuk orang
lain. Kalian coba lihat, orang-orang hebat, contoh, Presiden, Polisi, mereka
pasti sekolah dulu dong.
Murid
(Mengangguk)
Guntur/Bayu
Lalu siapa yang ngajarin mereka dulu coba
sebelum jadi orang sukses?
Murid
Guru (Ucap murid bersama)
Guntur/Bayu
Nah itu poinnya. Saya ingin kalian, siapapun
nanti yang saya ajar, agar jadi orang-orang hebat. Dan setidaknya saya bisa
mengambil titik pahala dengan menjadi guru ini. Saya sangat ingin menginspirasi
banyak orang. Dan yang paling dekat
dengan saya adalah, dunia pendidikan,murid. Itu dia. Setidaknya saya bisa
menginspirasi kalian selama saya mengabdi disini.
Murid
(Mengangguk)
(Sementara di belakang)
Hudiyah
Keren asli, sumpah dah Lir.
Lira
Iya hud, keren abis.
Tika
Heeh, kalian ngomongin Ust. Guntur ya? Aku
duluan cop
Hudiyah
Mana ada, aku duluan
Guntur/Bayu
Hei, kalian kenapa di belakang?
(Muka mereka jadi merah)
Hudiyah
Gak ada ustad
(Suara lonceng)
Guntur/Bayu
Baiklah, waktunya sudah habis. Sebelum bubar
saya ingin menyampaikan sesuatu
(Murid mengeluarkan buku catatannya)
“You Only fail, if you stop trying”
Assalamu’alaikum wr wb
Murid
Waalaikumsalam wr wb
(Guntur pun keluar dari kelas, sementara itu)
Tika
(Memandang Hudiyah, main isyarat, menunjuk
Guntur lalu menunjuk dia)
Hudiyah
Idih, belum tentu beliau mau sama mu
Tika
Open awak
Scene 15
EKS_KORIDOR KELAS
DT_PAGI
Guntur, Ewi,
Melati, Vania, Umi, Nia
Saat Guntur keluar
dari kelas, dan melewati koridor kelas, ia berpapasan dengan beberapa Ustadzah
yang saat itu ingin ke kantin.
Vania
Melati, liat tuh, Ust. Guntur
Melati
Ya udah, biarin kok
Ewi, Umi, Nia
Ciyeee
Melati
Apaan sih, biasa aja pun
(Akhirnya Guntur berpapasan dengan mereka.
Pandangann itu. Ya, ada suatu kejanggalan. Entahlah. Guntur hanya berlalu)
Ustadzah-Ustadzah
Assalamualaikum Ust. Guntur
Guntur
Waalaikumsalam (Sambil senyum sekilas, walau
kelihatannya ia sangat gugup)
Nia
Ciyee, salamnya dijawab (Sambil menggoda
Melati)
Melati
Hush, ngawur
(Mereka pun melanjutkan jalannya
Scene 16
INT_KANTOR_PAGI
Guntur, Yosri,
Deri, Amran, Galang, Oki, Bani, Putra, Iwan
Guntur/Bayu
Kantin yok Yos
Yosri/Haris
Ayoklah
Deri/Ihsan
Ana juga lah tur
Oki/Romi
Ana juga ikut
Guntur/Bayu
Ente gak ikut ran, lang?
Amran/Thoriq
Enggak tur, kami puasa
Galang/Dimas RP
Iya, kami puasa
(Sementara itu, Ust. Iwan, Ust. Putra dan Bani
sedang asyik dengan game online nya, jadi Guntur mengabaikan mereka)
KANTIN
(Sesampainya di kantin, Guntur mendengar santri
yang sedang berbahasa indonesia)
Geng Tanjung
(berbahasa indonesia)
Guntur/Bayu
Hei, boy, why are you speaking in Indonesian?
Geng Tanjung
(Celingak-celinguk)
Nothing sir
Guntur/Bayu
Push up 20 more
Geng Tanjung
(Push up)
(Tiba-tiba Guntur ditelpon oleh Ust. Putra
yang sedang berada di kantor)
Ust. Putra
Assalamualaikum tur
Guntur/Bayu
Waalaikumsalam, iya ustad, ada apa?
Ust. Putra
Kasih tau sama teman pengabdian ente, kalian
dipanggil pimpinan sekarang, ada rapat kayaknya
Guntur/Bayu
Siap Ustad
Guntur/Bayu
Eh, bro, yok, kita dipanggil pimpinan, ada
rapat
Deri/Ihsan
Ya elah tur, tur, belum juga kita belanja
Guntur/Bayu
Gimana lagi, ayok buruan
Yosri, Deri dan Oki
Yok lah
Scene 17
INT_KANTOR
PIMPINAN_PAGI/SIANG
Ust. Jefri dan
Guru Pengabdian
Ust. Jefri
Baiklah,sudah kumpul semua ya?
Guru
Sudah stad
Ust. Jefri
Assalamualaikum wr wb
Guru
Waalaikumsalam wr wb
Ust. Jefri
Baik, kalian saya kumpulkan ini untuk membahas
apa rencana pesantren dan masa depan kalian
Guru
(Manggut-manggut)
Ust. Jefri
Jadi Pesantren kita ini, kedepannya agar lebih
baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Nah dengan itu, kalian yang masih muda
muda inilah yang nanti akan melanjutkan estafet kehidupan pesantren ini. Bahasa
mudahnya adalah kaderisasi. Dan saya juga sedang melatih kedewasaan kalian
dengan membuat rencana-rencana yang baik. Sampai sini jelas ya?
Guru
Jelas
Ust. Jefri
Nah dengan itu, saya akan menanyakan pada
kalian semua, mau berniat berapa lama ngabdi disini, ente Deri? Berapa lama?
Deri/Ihsan
Afwan stad, ana Cuma setahun
Ust. Jefri
Lalu, ente mau kemana?
Deri/Ihsan
Ya, kuliah paling stad
Ust. Jefri
Kalau Bani
Bani/Markiano
(lihat kiri kanan) ehm, mungkin 3 tahun ana
disini tad
Ust. Jefri
Hmm, Bagus itu. Jadi ente ada rencana Kuliah?
Bani/Markiano
Ada sih tad, Cuma nanti dulu
Ust. Jefri
Oo, ya sudah kalau begitu. Kalau Guntur?
Guntur/Bayu
Bingung stad
Ust. Jefri
Kenapa bingung?
Guntur/Bayu
Ya, sebenarnya mau setahun aja, habis itu
kuliah. Cuma ana masih pengen lama disini
Ust. Jefri
Ooo, begitu. Di istkharahkan (Sambil
tersenyum)
(Syuting saat mereka ngobrol)
Scene 18
INT_KANTOR_PAGI/SIANG
Guntur
Guntur sedang
menulis rencana di bukunya
Guntur/Bayu
(Sedang duduk di atas kursi dan mulai menulis
di bukunya)
_Transisi_
Scene 19
EKS_DEPAN
KANTOR_PAGI/SIANG & INT_RUMAH_PAGI/SIANG
Guntur,
Rahmet(Adik Guntur)
Saat Guntur
berada di depan kantor, tiba-tiba ia ditelpon oleh Rahmet, adikinya.
(suara telpon)
Guntur/Bayu
Assalamu’alaikum
Rahmet/Rama
(sedang di rumah) Waalaikumsalam bang
Guntur/Bayu
Ada apa met? Kok tiba-tiba nelpon?
Rahmet/Rama
Bang, Bapak lagi sakit, nyebut nama abang
terus nih ha
Guntur/Bayu
(Shock) Haa? Iya? Oke abang kesana sekarang
Rahmet/Rama
Oke bang, ditunggu
Scene 20
EKS_DEPAN RUMAH
PIMP_PAGI/SIANG
Guntur, Ust.
Jefri
Guntur dengan
muka panik, tergesa gesa pergi ke rumah pimpinan.
Guntur/Bayu
(terengah-engah)
Assalamualaikum ustad
Ust. Jefri
(Membuka pintu)
Waalaikumsalam, ada apa Guntur? (dengan
sedikit heran)
Guntur/Bayu
Ustadz, ana izin pulang
Ust. Jefri
Kenapa?Apa alasannya?
Guntur/Bayu
Bapak ana sakit ustadz, beliau sedang butuh
ana
Ust. Jefri
(Muka iba)
Oooh ya sudah. Silahkan.
Guntur/Bayu
Syukron ustadz
Ust. Jefri
Na’am, ma’assyukri (sambil menutup pintu
kembali)
Scene 21
EKS_JALAN
RAYA_SORE
Guntur, Stuntman(pemeran lain)
Guntur, Stuntman(pemeran lain)
Guntur sangat
tergesa-gesa saat ingin pulang itu. Ia mengendarai motor dengan tidak tenang.
Hampir saja ia menyerempet orang. Ia meminta maaf, dan kembali mengendarai
motornya.
Scene 22
INT_RUMAH_SORE
Guntur, Pak
Abdul, Rahmet
Sesampainya di
rumah, Guntur berjumpa dan menyalami Rahmet yang membukakan pintu dan langsung
menemui Bapaknya.
Guntur/Bayu
Assalamualaikum
Rahmet/Rama
Waalaikumsalam (Sambil membukakan pintu)
Guntur/Bayu
Mana bapak?
Rahmet/Rama
Di kamar bang
(Guntur langsung menuju kamar Bapaknya)
Guntur/Bayu
(Melihat bapak)
Assalamualaikum pak
Assalamualaikum pak
Pak Abdul/Nashir
(Menolehkan wajah ke guntur)
Waalaikumsalam, Guntur
(Langsung ia duduk dan memeluk Guntur)
Guntur/Bayu
(Menitikkan air mata)
Maafin Guntur pak, karna jarang pulang
Pak Abdul/Nashir
Iya, gak apa apa nak, Bapak ngerti
Guntur/Bayu
Ke puskesmas aja langsung ya pak
Pak Abdul/Nashir
Bapak gak ada uang nak
Guntur/Bayu
Udah, Guntur ada ini
Pak Abdul/Nashir
Ya sudah, ayolah
Guntur
Berangkat
Scene 23
EKS_LUAR RUMAH_MAGRIB
Guntur, Bapak dan
Rahmet
Malam itu Guntur
mengantarkan Bapaknya pergi ke puskesmas.
(Hanya syuting
saat pergi)
Scene 24
INT_RUMAH_MALAM
& RUMAH PIMPINAN
Guntur, Ust.
Jefri, Bapak
(Suara telpon)
Ust. Jefri
Halo, Assalamualaikum
Guntur/Bayu
Waalaikumsalam
Ust. Jefri
Ada apa guntur, malam malam?
Guntur/Bayu
Afwan ustad, ana bisa nambah izin lagi?
Soalnya bapak ana baru aja dibawa ke puskesmas
Ust. Jefri
Mau sampai kapan rencana?
Guntur/Bayu
InshaAllah besok pagi ustad
Ust. Jefri
Oo ya sudah, titip salam buat Bapakmu, semoga
lekas sembuh
Guntur/Bayu
Aamiin. Syukron ustad
Ust. Jefri
Afwan
Guntur/Bayu
Assalamualaikum
Ust. Jefri
Waalaikumsalam
(Telpon pun ditutup)
Guntur kembali menemui ayahnya di kamar.
Guntur/Bayu
Sudah minta izin aku pak, dapat salam juga
dari beliau, semoga lekas sembuh
Bapak/Nashir
Aamiin. Baik ya pimpinanmu
Guntur/Bayu
Heeh (Sambil cengengesan)
(Syuting saat mereka lagi asyik ngobrol dari
angel yang jauh dan tanpa suara)
Scene 25
INT_KAMAR GURU_MALAM
Ust. Putra &
Guru Putra
Malam itu, saat
Ust. Putra masuk ke dalam kamarnya, ia tidak melihat Guntur disana, dan
langsung menanyakan kepada temannya.
Ust. Putra/Huda
Hei, Yos, Guntur mana?
Yosri/Haris
La a’rif ana ustad
Ust. Putra/Huda
Ndre, ada lihat guntur?
Andre/Rozy
Gak ada tuh, emang kenapa tad?
Ust. Putra/Huda
Ada urusan. Amran, ada lihat Guntur?
Amran/Thoriq
Afwan, gak ada lihat ana
Ust. Putra/Huda
(Dengan nada marah)
Kalian gimana sih jadi teman, temannya gak ada
kok pada gak tau kemana
Bani/Markiano
Ya gimana lagi kok, dia aja pergi gak ada
bilang kami
(Ust. Putra langsung berlalu meninggalkan
mereka)
Scene 26
EKS_RUMAH GUNTUR_MALAM
Guntur, Rahmet,
Yoga, Khairul
Yoga dan Khairul
datang ke rumah Guntur untuk bersilaturahmi.
Yoga/Ashabul
Assalamualaikum
(Hening, semenit kemudian)
Guntur/Bayu
Waalaikumsalam, waah, Yoga, Khairul, apa kabar
kalian?
Khairul/Yudi
Alhamdulillah, kami baik, ente nih ha, pulang
gak ngabarin
Guntur/Bayu
Ya gimana lah ya rul, ini aja dadakan, besok udah
balik lagi ke pesantren. Eh, ayo masuk, ngobrol di dalam aja
(Mereka duduk)
Yoga/Ashabul
Cepat kali kesananya tur? Santai dulu lah
Guntur/Bayu
Ya, gimana lagi lah Yog, tugas banyak
Yoga/Ashabul
Alah, kalau kayak gitu mending di luar aja nih
sama kami, ya kan rul
Khairul/Yudi
Iya tur, jadi kita bisa bareng-bareng lagi
kayak dulu
Guntur/Bayu
Hmmm, berat aku rul, yog. Hatiku udah
tersangkut disana
Yoga/Ashabul
Ciyyee,, tersangkut sama ustadzah kayaknya nih
(Sambil menggoda Guntur)
Khairul/Yudi
Hahaha,, kayaknya iya nih yog
Guntur/Bayu
Hush, ngawur kalian. Mana ada
Yoga/Ashabul
Gak ada tapi mukamu merah .. hahaha
Khairul/Yudi
Iya merah tu ha, alah ngaku aja lah tur
Guntur/Bayu
Hush, udah ah, mana ada. Eh, kalian mau minum
apa nih? Ku panggil dulu si Rahmet
Yoga/Ashabul
Malah mengalihkan pembicaraan
Guntur benar-benar malu dan blushing dibuat
oleh dua temannya ini. Tapi ada sedikit rasa senang di hatinya. Tiba-tiba
terbayang seseorang itu.
Khairul/Yudi
Guntuur!(Sambil mengagetkan guntur) malah
ngelamun
Yoga/Ashabul
Biasa, ngelamunin si doi
Khairul/ Yudi
Hahaha
Guntur/Bayu
Wah, malah dilanjutin. Kayaknya pintunya gak
kekunci lah.
Yoga/Ashabul
Alah bercanda saja(Logat papua)
Guntur/Bayu
Haha,, iya iya. Met. Rahmet. Ambilin minum
buat abang abang ini dong
Rahmet/Rama
Siap bang
Guntur/Bayu
Eh, ngomong-ngomong, kalian kerja dimana
sekarang?
Yoga/Ashabul
(Sambil senyum) Kasih tau rul
Khairul/Yudi
Biasa, ngelanjutin hobi kita dari kecil
Guntur/Bayu
Apaan emang?
Khairul/Yudi
Wah, lupa dia bro, kacau nih
Yoga/Ashabul
Iya, jangan-jangan setahun kemudian dia
bakalan lupain kita nih, kacau
Guntur/Bayu
Hahaha,, enggaklah. Tapi apa emang hobi kita
dulu
Khairul/Yudi
Waduh. Parah. Main PS loh
Guntur/Bayu
Lah terus, apa hubungannya dengan main PS?
Khairul & Yoga
(Memandangi Guntur dengan tatapan aneh)
Kau sehat tur?
Guntur/Bayu
Aku sehat, bapakku yang sakit. Apaan sih
kerjaan kalian?
Yoga/Ashabul
Ya elah tur, tur. Kami jadi abang-abang jaga
PS (sambil ketawa)
Khairul/Yudi
Hahaha,, biasanya nih ya. Guntur itu yang
selalu kita bully, ya kan Yog
Yoga/Ashabul
Iya, dasar anak rumahan. Diajakin main PS,
malah ngenoob
Guntur/Bayu
Ngenoob apaan sih?
Yoga & Khairul
(Kembali memandangi Guntur)
Guntur/Bayu
Eh, iya iya, paham.
Yoga/Ashabul
Ngenoob itu, orang yang gak bisa main game
Guntur/Bayu
Bisa aku ya
Khairul/Yudi
Bisa apa, bisa gol in ke gawang sendiri, iya
(disambut ketawa sama Yoga)
(Tak lama kemudian Rahmet datang membawa
minuman buat Yoga dan Khairul)
Guntur/Bayu
Eh, bro diminum nih
Yoga & Khairul
Oh, iya iya, makasih
Yoga/Ashabul
Eh, tur. BTW yang sabar ya. Semoga bapakmu
cepat sembuh
Guntur/Bayu
Iya, makasih yog, makasiuh juga kalian udah
nyemaptin untuk datang
Khairul/Yudi
Iya, jarang-jarang kita kumpul gini
Guntur/Bayu
Aman tuh, besok-besok kalau aku pulang,
kukabari kalian. Main PS kita.
Yoga/Ashabul
Oke, siapa takut
Khairul/Yudi
Ya udah dulu ya tur
Guntur/Bayu
Cepat amant (Sambil berdiri)
Khairul/Yudi
Iya nih, udah malam juga. Salam sama bapakmu
ya
Guntur/Bayu
Okelah. Hati-hati
Yoga/Ashabul
Iya, Assalamualaikum
Guntur/Bayu
Waalaikumsalam
(Guntur melambai saat mereka mulai pergi
dengan motor)
Sesampainya di kamar, Guntur langsung
mengeluarkan buku tulisnya. Ia menulis puisi yang ia rangkai sendiri. Untuk
siapa. Pasti kalian tau lah. Tapi puisi itu hanya untuk pribadi dia bukan untuk
diberikan.
(Syuting saat ia meletakkan penanya di dalam
buku, dan mematikan lampu/pelita)
Scene 27
INT_KAMAR
GURU_PAGI
Guntur, Bani,
Ust. Putra
Pagi itu, Guntur
telah kembali lagi ke Pesantrennya. Tapi ia disambut dengan situasi yang tidak
mengenakkan dia. Bani merusuhi Guntur. Bergitu juga dengan Ust. Putra.
Guntur/Bayu
(Membuka pintu)
Assalamualaikum
Bani/Markiano
Haa? Ingat pulang kau?
Guntur/Bayu
(Diam)
Ust.Putra
(Sedang berbaring, dan
sedang memakai Headset)
Siapa ban?
Bani/Markiano
Yang antum cari
semalam lah
Ust.Putra
Iya? Hei, tur. Ente
tuh kalau pulang bilang-bilang kenapa?
Guntur/Bayu
(Hanya diam, sambil
meletakkan tas di atas kasurnya dan merapihkan pakaian)
Ust. Putra
Hei. Dipanggil senior
tuh jawab ngapa, gak sopan
Guntur/Bayu
(Jawaban melas) Udah
izin pimpinan loh semalam (sambil berlalu)
Ust. Putra
Hoo,, ngelawan dia.
Awas ente ya
Bani/Markiano
Udah, biarin aja lah
tad
Scene 28
EKS_KORIDOR KELAS_PAGI
Guntur, Ustadzah
Pagi itu, saat
akan mengajar, Guntur melewati koridor kelas. Dan saat itu juuga, ia berpapasan
dengan para ustadzah.
Ustadzah
Assalamualaikum (Dengan senyum)
Guntur/Bayu
Eh, iya. Waalaikumsalam. (Jawabnya gelagapan)
Hati Guntur
seperti tak karuan. Ia melihat senyum itu lagi. Namun ia segera neristighfar
dan melanjutkan jalannya.
Scene 29
INT_KELAS_PAGI/SIANG
Guntur, Murid
kelas 4
Pagi itu, Guntur
masuk kelas dengan wajah yang berseri.
Guntur/Bayu
Assalamualaikum wr wb
Murid
Waalaikumsalam wr wb
Guntur/Bayu
What is our lesson now?
Murid
Our lesson now is English
Transisi
Scene 30
EKS_DEPAN
KANTOR_PAGI/SIANG
Guntur,Fifi,
Monica, Anti, Athirah, Yuli, Ewi, Vania, Rama, Dwi, Septia.
Saat jam
istirahat dibunyikan, para santri sedang beristirahat. Guntur pergi menuju
kantornya. Tapi, baru mau masuk, Guntur malah dipanggil oleh suara cewek.
Athirah
Hei. Guntur!!
Guntur/Bayu
(Menoleh)
Eh, Athirah. Alhamdulillah baik.
Athirah
Tur, ada lihat Ust. Lidya?
Guntur/Bayu
Gak ada tuh. Kenapa, mau ngurus ijazah?
Fifi
Iya nih, mumpung kami masih free kan, bentar
lagi kan kuliah.
Guntur/Bayu
Coba telpon aja
Yuli
Gak ada kami nomornya, mintalah
(Tak lama kemudian, datanglah para ustadzah
menghampiri mereka)
Ewi
Van, itu sih Fifi dan kawan-kawan kan?
Vania
Iya kayaknya wi
Ewi
Kesana yok
Vania
Yok lah
Ustadzah yang lain
Kami ikut woy
(Sambil berlari)
Vania
Eh, Kaliaaaannn! (Sambil berlari berpelukan)
Guntur/Bayu
Aku ke kantor dulu ya
Athirah
Okelah
Athirah
Hehe.. udah lama gak jumpa kelen loh
Septia
Manakan
baru juga beberapa bulan pisah
Monica
Tapi kangen loh kami we sama kalian
Nia
Kamipun juga
Yuli
Oo iya, ada ustadzah Lidya gak?
Rama
Tadi ada sih, di kantor
Dwi
Emang mau ngapa kalian?
Anti
Mau ngurus ijazah kami
Ewi
Ya udah yok ke kantor dulu kita
Scene 31
Fifi, Monica,
Anti, Athirah, Yuli, Ewi, Vania, Rama, Dwi, Lidya, Yani, Septia.
Ust. Iwan, Ust.
Putra, Ustz. Dera, Ustz. Imel, Ustz. Nisa
Teman-teman
ustadzah ini pun ngobrol di kantor. Mereka sampai lupa, kalau disebelah mereka
ada ustadzah senior.
Athirah
Enaklah kalian ya, Ngabdi disini
Vania
Enak gak enaklah
Fifi
Alah, jujur aja kalian, apalagi ada si cogan
(sambil tertawa dengan Athirah dkk)
Ewi
Cogan? Cowok ganteng? Siapa emang?
Monica
Ya elah, padahal dulu pas masih sekolah,
kalian yang naksir sama dia
Ewi
Oooo... si Guntur.
Monica
Itu tau
Vania
Haha,,, jangan. Sekarang udah ada yang ngincar
dia loh
(saat mereka asik ribut, para senior merasa
risih)
KANTOR SEBELAH
Ust. Iwan
Put, ribut kali sebelah itu
Ust. Putra
Entahlah wan, entah siapa juga, coba lihat gih
Ust. Iwan
Ah, malas lah aku, malu
(Ust. Putra Pergi ke kantor sebelah)
Ust. Putra
Mel, coba lihat siapa sih di sebelah tuh,
ribut kali
Ustz. Imel
Aduh, nanti dulu dong tad.. Masih ribet nih.
Buat laporan
Ust. Putra
Ya udah, Dera aja coba, suruh diam tuh orang
Ustz. Dera
Malas sih, aku aja gak suka dengarnya
Ustz. Nisa
Ya udah, biar ana aja
Ust. Putra
Nah, gitu dong
(Nisa ke sebelah)
Ustz. Nisa
Eheem (Mendehem)
Athirah
Eh, ustadzah (menyalami satu persatu dari
mereka)
Ustz. Nisa
Udah, udah, ada apa nih ribut-ribut?
Fifi
Hmm, maaf ustadzah. Kami mau ngurus ijazah
Ustz. Nisa
Ya udah, langsung temui aja ustz. Lidya nya
Monica
Gak ada jumpa ustadzah
Ustz. Nisa
Ya udah, jangan ribut ribut lagi ya
Athirah dkk
Iya ustadzah
Ustz. Nisa
(sambil melihat keluar) Nah itu dia ustadzah
Lidya nya, Lidya
Lidya
(Menoleh)
Ada apa?
Athirah
Ustadzah, kami mau ngurus ijazah
Lidya
Untuk siapa aja?
Athirah
Saya, Fifi, Anti, Monica, sama Yuli
Lidya
Oke, bentar ya, saya manggil Guntur dulu, dia
dipanggil pimpinan
Athirah
Iya ustadzah
Scene 32
INT_KANTOR &
KANTOR PIMPINAN_PAGI
Guntur, Lidya,
Ust. Jefri
Lidya
Tur, kamu dipanggil bapak tuh, disuruh ke
kantor?
Guntur/Bayu
Sendirian buk?
Lidya
Iya, buruan sana
Guntur/Bayu
Iya deh buk (Langsung lari)
DI KANTOR PIMPINAN
Guntur/Bay
Assalamualaikum ustad
Ust. Jefri
Waalaikumsalam, dukhulan, tafaddhol
Guntur
Syukron ustad
(Guntur duduk)
Guntur
Ada apa ya ustadz?
Ust. Jefri
Begini. Ente kalau ana kasih tugas sanggup
gak?
Guntur
Ya kan tugas ana emang itu ustad. Termasuk
mematuhi perintah antum. Jadi saya sanggup, inshaAllah.
Ust. Jefri
Baiklah. Ente, ana tugaskan untuk menjadi
penanggung jawab acara pentas seni, bisa gak? Tapi jangan bilang siapa siapa
dulu
Guntur
InshaAllah bisa ustad
Ust. Jefri
Jadi, acara itu akan berlangsung pekan depan,
dan ente harus bisa mengendalikan acara itu dengan baik. Paham?
Guntur
Paham ustad
Ust. Jefri
Ya sudah kalau begitu, ente boleh keluar
Guntur
Syukron stad, Assalamualaikum
Ust. Jefri
Waalaikumsalam
Scene 33
INT_KANTOR_PAGI/SIANG
Guntur, Ust.
Putra, Ust. Iwan, Bani, Yosri, Deri, Andre
Guntur
Assalamualaikum
Guru
Waalaikumsalam
Ust. Iwan
Eh, tur, ente dipanggil pimpinan tadi ya?
Guntur
Iya stad
Ust. Putra
Dipanggil kenapa ente?
Guntur
Belum boleh dikasih tau sih
stad, besok pada tau kok (Sambil mulai menulis rencana di bukunya)
Bani
Alah, sama kita kita aja pun
sok kali
Guntur
Bukannya gitu, tapi...
Ust. Putra
Tapi apa? Ya lah yang dipanggil
terus
Yosri
(Menenangkan Guntur)
Udah tur, santai aja. B
Guntur
Makasih yos
Bani
Tad, kantin yok
Ust. Putra
Yok lah
(Berlalu melewati Guntur
dengan pandangan sinis, namun tak terlihat oleh Guntur)
Scene
34 & Scene 35
INT_KANTIN_PAGI
Bani,
Ust. Putra, Ust. Iwan, Andre
Sementara
itu, Bani dkk mulai menceritakan Guntur. Sesaat kemudian, datang juga Andre
bergabung.
Ust. Putra
Mulai songong temanmu itu ban
Bani
Bukan songong lagi, udah kayak
sok benar dia sekarang
Andre
Hai guys
Ust. Putra
Hai, duduk sini gabung
Andre
Ngomongin apa kalian guys
Bani
Ini satu, Guys ges guys ges,,,
sok sok youtuber
Andre
Eh bro, sorry gue emang
YouTuber. Jangan lupa subscribe ya (Dengan gaya alay)
Ust. Putra
Alah lah, jangan ngikutin
temanmu itu deh
Andre
Emang siapa sih
Ust. Iwan
Itu loh, si Guntur
Andre
Perasaan dia baik kok, kenapa
emang dia sama kalian?
Bani
Ceritakan tad
Ust. Putra
Tadi kan dia dipanggil
pimpinan, terus kami tanya kenapa?
Andre
Dijawab?
Ust. Putra
Enggak
Andre
Ya udah, terus apa masalahnya?
Bani
Innalillahi, nih anak juga
buat emosi nih tad
Andre
Wait, santai guys. Selow.
Tetap selow. Sangat selow. Keseloan.
Ust. Putra
Udah ah, gak asik tau ndre
Andre
Iya iya, maaf
Ust. Iwan
Begini, gimana kalau kita
jatuhkan dia
Bani
Jatuhkan gimana?
Ust. Iwan
Jatuhkan, buat pimpinan gak
percaya sama dia
Andre
Astagfirullah, gak baik gitu
Bani
Nih anak dari tadi (Sambil
memukul pelan Andre)
Ust. Putra
Boleh juga tuh, tapi gimana
caranya?
(Mereka berfikir beberapa
saat)
Bani
Haa, aku tau caranya
Ust. Putra
Gimana?
Bani
Kita ajak dia main game
Ust. Iwan
Emang suka dia?
Bani
Huuh, jago dia mah, apalagi
PES
Ust. Putra
Boleh juga tuh
Andre
MasyaAllah, gak boleh
teman-teman, kita ini saudara
(Bani dkk pun kesal dan
meninggalkan Andre sendiri)
Ust. Putra
Nih anaka ya memang, yok cabut
kita
Bani
Ente yang bayar ya
Andre
Ane, siapa takut?
(Langsung ke kantin dan
mengatakan kepada petugas kantin untuk mencatat semua belanja tadi ke hutang
Bani)
Scene
36
INT_AULA_MALAM
Guntur,
Santri kelas 4 putra putri
Malam
itu, Guntur mengumpulkan anggotanya untuk melakukan breafing dan juga pembagian
tugas.
Guntur
Assalamualaikum wr wb
Santri
Waalaikumsalam wr wb
Guntur
Baiklah, singkat saja. Kalian
saya kumpulkan sekarang untuk membahas suatu kegiatan. Dan di kegiatan tersebut
kitalah panitianya. Kegiatan tersebut atau acara tersebut adalah Pentas Seni
antar kamar. Sampai sini paham?
Santri
Paham ustad
Scene
37
INT_KAMAR_MALAM
Guntur,
Yosri, Deri, Andre, Oki, Bani, Galang, Amran,
Ust. Putra, Ust. Iwan
Sepulangnya
dari perkumpulan, Guntur langsung menuju kamarnya untuk segera tidur.
Guntur
(Membuka pintu)
Assalamualaikum
(Tak ada jawaban, semua pada
sibuk main hp nya masing-masing)
Bani
Eh, tur. Udah selesai
kumpulnya?
Guntur
Udah nih
Ust. Putra
Yok sini gabung, main kita
Guntur
Main apa emang?
Ust. Putra
Main PES, bisa gak ente?
Guntur
Iya? Pes... wah itu game
kesukaan ana stad
Ust. Iwan
Ya udah, yok sini. Kalau bisa
kalahkan kami
Guntur
Oke, Siapa takut.
(Mereka pun mulai main PS
bergantian, dari jam 10, 11, 12, 01, 02)
Guntur
Waduh, ngantuk ana stad
Bani
Alah, mentang-mentang menang
terus dia, sini lawan ana haa
Guntur
Bukannya gitu Ban, besok
bangun subuhnya susah
Bani
Bentar aja pun, sekali lagi
deh
Guntur
Sekali aja ya
Bani
Iya, sekali aja
Guntur
Okelah
Scene
38
INT_KAMAR_SUBUH
Guntur, Galang, Bani, Ust. Putra, Ust. Iwan
Guntur, Galang, Bani, Ust. Putra, Ust. Iwan
Galang
mencoba membangunkan Guntur. Tapi mendapat penolakan dari Guntur yang
melanjutkan tidurnya.
Galang
Tur, tur. Qum ya akhi
Guntur
Hmmmm
Galang
Tur, tur, bisur’ah, suwayya
kaman iqomah
Guntur
Na’am, ana an’as jiddan haa
Galang
Ya kholas, idza kadzalik
Ust. Putra
(Melirik dari balik ranjang)
Bagus Ban, mission succes
Bani
Siapa dulu coba, Bani nih
Ust. Putra
Jadi yok, sholat kita
Bani
Ngantuk loh ana
Ust. Putra
Udah, sholat aja dulu, ntar
abis subuh tidur
Bani
Okelah
Sementara
itu di Mesjid saat selesai sholat, Ust. Jefri melihat shaf sholatnya, dan
beliau tidak mendapati Guntur yang biasanya rajin subuh.
Transisi
sunrise
Scene
39
INT_KAMAR_PAGI
Guntur,
Galang, Yosri, Andre, Deri
Guntur
(Buka mata, hambil hp)
MasyaAllah! Gak kebangun ana
Guntur
Kok gak ada yang banguni
Galang
Udah ane bangunin tadi,
entenya masih ngantuk
Guntur
Haduuuh
(Langsung pergi wudhu dan
sholat subuh di kamar)
Scene
40
INT_KAMAR,
TOILET_PAGI
Guntur
Pagi
itu Guntur tidak bersemangat. Ia pergi ke toilet, sikat gigi, lalu basahi
rambut, kembali ke kamar. Pakai seragam ngajar, sisiran, dan semua itu dia
lakukan dengan tidak semangat.
Scene
41
INT_KELAS_PAGI/SIANG
Guntur,
santri kelas 4b
Saat
itu Guntur sedang mengajar dan menulis di papan tulis. Guntur sering melamun
saat mengajar. Dan ia ditegur oleh salah seorang santri.
Tanjung
Ustad, kalau ada masalah
mending antum gak ngajar dulu
Guntur
(Terkejut)
Kamu, yang sopan!
Tanjung
Loh, kan benar tad, saya Cuma
mengingatkan, ya kan we
Guntur
(Tertegun, anak itu benar,
guntur yang tak tenang)
Scene
42
INT
& EKS_KANTOR&DEPAN KANTOR_PAGI/SIANG
Guntur,
Melati, Ust. Putra
Setelah
ngajar, Guntur keluar dengan langkah yang lunglai. Saat ia melewati kantor, ia
terkejut, ketika ia melihat sosok yang ia kagumi sedang berdua saja di kantor
dan sedang ngobrol. Guntur jadi suudzon, dan ia melewati kantor dengan perasaan
yang kacau. Melati melihat guntur, dengan pandangan bingung.
Ust. Putra
Gitu ya mel, nanti tolong
kasih tau yang lain juga ya
Melati
Baik ustad
Scene
43
EKS_JALAN
RAYA/JEMBATAN_SORE
Guntur
Perasaan
Guntur sangat kacau. Pikirannya tak menentu, ia menancap motornya. Pergi. Entah
kemana. Yang penting pikirannya kacau. Sampai ia terhenti di sebuah jembatan.
Ia berteriak
Guntur
Arrrrgghhhhhh
Ia
lalu tertegun, termenung, melihat sunset yang berangsur keluar dari ufuk
barat.
Scene
44
INT_DEPAN
KANTOR_MAGHRIB
Guntur, Adi
Guntur, Adi
Guntur
kembali ke pesantren dengan kacau. Ada seorang santri yang bertanya kepadanya
tentang panitia, tapi ia menolaknya.
Adi/Aditama
Ustad, ana mau nanya nih
tentang panitia
Guntur
Aduh, ntar aja deh
Adi
Tapi ini tentang acara loh tad
Guntur
Udah, pikirin sendiri aja dulu,
saya lagi pusing (sambil berlalu)
Adi
Tad, acaranya bentar lagi ...
ah payah
Scene
45
INT_KAMAR_MAGHRIB
Guntur,
Bani, Ust. Putra, Ust. Iwan
Guntur
sampai ke kamarnya dan ia langsung berbaring di atas kasurnya. Tertidur, sampai
ia meninggalkan sholat jama’ah.
Bani
Tad, lihat tuh Guntur
Ust. Putra
Haha,, syukurin makanya jangan
songong
Bani
Tapi kasihan loh tad, kawanku
juga dia tu gitu gitu
Ust. Putra
Alah, biarin ajalah dulu, biar
dia juga berfikir
Scene
46
INT_KAMAR_MALAM
Guntur,
Yosri, Galang, Amran, Oki
Untung
ada teman-teman yang masih care kepada Guntur. Ia dibangunkan dan
dibawakan nasi oleh mereka.
Galang
Tur, guntur. Bangun. Sholat
dulu
Guntur
(Membuka mata) Eh iya
Amran
Ini nasi untuk ente
Guntur
Oh, iya, syukron
Galang
Dah, sholat dulu ente sana,
udah jam 9 ini, magrib belum kan
Guntur
Allahuakbar, kacau kacau
Galang
Kacau kenapa? Udah sana sholat
dulu
Guntur
Okelah, syukron ya bro, emang
baik kalian nih
Galang
Alah, biasa aja, kan kita
teman, ya kan ki
Oki
Iya dong, emang ente kenapa
sih tur, galau kali kayaknya?
Guntur
Ada masalah yang tak harus ana
ceritakan
Galang
Oo, ya sudah kalau gitu,
sholatlah sana
Guntur
Oke siap
(Guntur beranjak dari kasurnya
dan pergi wudhu dan sholat)
Scene
47
EKS_LUAR
KAMAR_MALAM
Guntur,
Bani, Andre, Deri, Ust. Iwan, Ust. Putra
Malam
itu Guntur termenung di luar kamarnya. Menatap kosong. Ia masih kepikiran
masalah yang baru saja ia rasakan. Saat ia termenung, datang teman-temannya
yang baru dari luar.
Andre
Eh, Guntur ngapain disitu
sendirian?
Guntur
Gak ada kok ndre, pengen aja
Andre
Oh, okelah. Selow aja bro.
Santai, ya kan der
Deri
Iya, santai aja, yok masuk
Guntur
Duluan aja
Deri
Okelah
(Sesaat kemudian datang
seniornya dan Bani, sambil tertawa)
Bani
Eh, Guntur, ngapain disini
coba? Masuk yok
Guntur
Gak ada ban, pengen aja
sendiri
Ust. Iwan
Udah yok masuk, atau mau main
PS lagi kita?
Guntur
Enggak ah, ntar gak kebangun
lagi
Ust. Putra
Kebangun tuh, besok ana
bangunin deh, masih penasaran ana mau ngalahin ente
Guntur
Ana mainnya biasa aja pun
Bani
Udahlah, yok main lagi kita,
biar ana kalahkan ente
Guntur
Okelah
Ust. Putra
Yok lah, daripada galau-galau
ente
Scene
48
INT_KAMAR_MALAM
Guntur,
Deri, Bani, Andre, Ust. Putra, Ust. Iwan, Oki
Guntur
kembali diajak oleh seniornya untuk main PS
Ust. Putra
Nge cup kita ya
Bani
Oke, siapa takut
Ust. Iwan
Pasti ane yang menang niih
Andre
Wait, kalahin ana dulu
Ust. Iwan
Alah, kecil ente mah
Andre
Wah, selepe dia der
Deri
Iya, jangan salah antum tad,
keren dia mainnya nih
Ust. Iwan
Oke, lawanan kita ya
Ust. Putra
Kandidat juara tetap si Guntur
lah
Guntur
Enggak kok, biasa aja
Ust. Putra
Biasanya aja menang, apalagi
luar biasa ya kan (disertai dengan tertawa yang lain)
Ust. Putra
1,2,3,4,5,6,7, wah kurang satu
nih, siapa yang mau main lagi? Ki main sini
Oki
Boleh nih
Ust. Putra
Ayolah
Oki
Siap
Mereka pun bermain sampai
larut malam, dan Guntur tak sadar karna dia menang terus dan mengalir dalam
aliran game.
Scene
49 & Scene 50
INT_KAMAR&MESJID_SUBUH/MALAM
Guntur,
Ust. Jefri, Ust. Putra, Ust. Iwan, Bani, Andre, Deri, Oki
Malam
itu, saking gak tahannya, mereka pada tidur di atas lantai. Tanpa disadari
bahwa waktu subuh sudah masuk. Galang sudah membangunkan mereka, tapi tidak ada
hasil.
Galang
Qum qum qum ya akh,
masyaAllah, subuh brother subuh
(Tidak ada respon)
Sholat
subuh pun berlangsung. Sehabis sholat subuh, Galang dipanggil oleh pimpinan.
Ust. Jefri
Mana ustadz ustadz yang lain
Galang
Masih di kamar tad, udah ana
bangunkan tadi, gak ada yang bangun satupun
Ust. Jefri
MasyaAllah
(Ust. Jefri langsung menuju
kamar)
Tolong ambilkan air dengan
ember lang
Galang
Baik ustad
Di
kamar . . . .
Ust. Jefri
Astaghfirullah, quuuummmm
(Menjerit)
(Sebagian bangun dan ada juga
yang belum bangun)
Galang
Ini tad, airnya
Ustad
Jefri langsung menyiram mereka yang belum bangun, termasuk Guntur.
Ust. Jefri
Gak ada otak kalian?
Santri santri pada sholat, lah
Gurunya malah enak enak tidur. MIKIR!!
(Lalu pergi keluar kamar.
Guntur langsung lemas. Ia terduduk di atas kasurnya. Malu, itu yang ia rasakan)
Yosri
Sabar ya tur, sholat dulu lah
ente
Guntur
Kok kalian gak bangunkan ana?
Galang
Udah kubanguni loh tur, gak
ada satupun yang bangun
Guntur
Sampai bangunlah aturannya
Galang
Gimana lagi, orang udah mau
sholat
Guntur
(Terdiam)
Galang
Ya udah, wudhu dulu sana,
sholat, yok baca qur’an kita Yos, ran
Yosri, Amran
Yok
Guntur
terduduk lemas di tepi kasurnya, sedang temannya yang lain sudah pergi lebih
dulu ke toilet.
Scene
51
EKS_DEPAN
KAMAR_PAGI
Guntur,
Adi
Pagi
itu, Guntur kembali didatangi Adi, santri yang ia tunjuk sebagai penanggung
jawab acara.
Adi
Assalamualaikum, ustad
Guntur
(Membuka pintu)Waalaikumsalam,
ada apa di?
Adi
Tad, gimana nih, acaranya dua
hari lagi, undangan belum disebar, anak-anak mungkin juga belum pada siap.
Guntur
Astaghfirullah, lupa ana di
serius
Adi
Jadi gimana tad?
Guntur
Coba ente kendalikan apa yang
bisa dikendalikan dulu di, nanti ana bantu
Adi
Baik tad
Scene
52
EKS_DEPAN
KAMAR_PAGI
Guntur,
Oki
Setelah
Adi berlalu, Oki datang dari arah tangga memberi tahu bahwa ia dipanggil
pimpinan.
Oki
Eh, tur. Ente dipanggil
pimpinan sana
Guntur
Iya? Dimana?
Oki
Iya, serius. Beliau di kantor
tuh
Guntur
Dipanggil kenapa ya kira-kira?
Oki
Entah, gak tau juga ana
Guntur
Okelah ki, ana kesana
Oki
Oke siap
Scene
53
INT_KANTOR
PIMPINAN_PAGI
Guntur,
Ust. Jefri.
Sesampainya
di kantor, Guntur dimarahi sama pimpinan.
Ust. Jefri
Gimana ente nih, ditanya bisa
bertanggung jawab, bisa, sanggup. Sekarang udah tinggal dua hari lagi,
persiapan masih banyak kurangnya.
Guntur
Afwan ustad (sambil tertegun)
Ust. Jefri
Sholat subuh gak berjama’ah,
dikasih tanggung jawab gak beres, apa mau ente haa? Gak mikir ente? Ente itu
guru, guru itu di guguh dan ditiru, jangan bertindak sembarangan. Semua prilaku
guru, pasti akan ditiru sama santri. Paham?
Guntur
(tetap menunduk)
Ust. Jefri
Paham gak?
Guntur
Paham ustad
Ust. Jefri
Udah, sekarang ente keluar dan
satu hal, acara ini saya alih tugaskan ke orang lain.
Guntur
(Terkejut) Gak ada kesempatan lagi
buat ana ustad?
Ust. Jefri
Udah, gak ada. Tolong
panggilkan Bani sama putra kesini. Oh iya, Iwan juga.
Guntur
(Jawaban lemah) Baik ustad
Scene
54
INT_KANTOR
PIMPINAN_PAGI
Bani,
Ust. Iwan, Ust. Putra, Ust. Jefri
Bani
dan seniornya sudah berada di kantornya.
Bani
Ada apa ustad?
Ust. Jefri
Begini, acara Pensi kan 2 hari
lagi, awalnya yang bertanggung jawab si Guntur. Cuma, saya rasa dia sedang
galau, dan itu gak baik buat anak-anak. Ujung-ujungnya dia jadi tidak
bertanggung jawab.
Ust. Putra
Jadi? Apa yang harus kami
lakukan stad?
Ust. Jefri
Kalian rapatkan dengan
anak-anak dan laksanakan acara ini dengan baik. Pokoknya saya tau beres. Paham?
Bani, Putra, Iwan
Paham stad
Ust. Jefri
Ya sudah, kalian boleh keluar
Bani
Syukron stad, assalamualaikum
Ust. Jefri
Waalaikumussalam
Scene
55
EKS_DEPAN
KANTOR PIMPINAN_PAGI/SIANG
Bani,
Ust. Iwan, Ust. Putra
Mereka
senang, apa yang mereka rencanakan berhasil. Meski rencananya agak buruk sih.
Ust. Putra
Wih, keren juga rencana ente
ya ban
Bani
Kan udah ana bilang, bani nih
Ust. Iwan
Lumayanlah, oh iya, yok kasih
tau anak-anak panitia itu nanti siang kumpul
Bani
Okelah, yok
Scene
56
INT_AULA_SIANG
Bani,
Iwan, Putra, santri kelas 4
Siang
itu, Bani mengumpulkan anak-anak untuk segera berkumpul di aula.
Bani
Assalamualaikum wr wb
Santri
Waalaikumsalam wr wb
Bani
Baik, kalian kami kumpulkan
untuk membahas dan mengecek kesiapan acara pensi kita ini
Scene
57
INT_KANTOR_SIANG
Guntur
Di
saat guru yang lain berkumpul untuk rapat panitia, Guntur hanya terpojok di
kantor. Dia termenung. Mencoret coret, lalu melemparkan kertas itu.
Scene
58
INT_MESJID_MALAM
Guntur
Guntur
Guntur
tak tahan dengan apa yang rasakan. Satu satunya tempat untuk ia mengadu adalah
Sholat, mengadu kepada Allah. Ia bertahajud malam itu semabri menangis dalam
sujud dan do’anya.
Scene
59
EKS_JALAN
DEKAT KANTOR_PAGI
Guntur,
Anto(Arya), Saptaji, Egy, Pupung, Adit(Hasan), Adi (Rizki Aditama)
Saat
guntur keluar dari kamarnya dan berjalan di depan kantor, ia disapa oleh
santrinya.
Dan
ia tersenyum.
Anto dkk
Assalamualaikum sir
Guntur
Waalaikumsalam, Where do you
go?
Arya
We want to praying dhuha sir
Guntur
Nice. Yes, continue
Arya
Yes sir
(Guntur pun senyum melihat
beberapa santrinya yang akan sholat dhuha)
Scene
60
INT_TOILET_PAGI
Guntur
Guntur
mengambil wudhu di toilet
Scene
61
INT_MESJID_PAGI
Guntur,
Anto(Arya), Saptaji, Egy, Pupung, Adit(Hasan) Adi (Rizki Aditama)
Saat
guntur selesai wudhu, ia melihat beberapa santri yang ia temui di jalan tadi
sedang melakukan sholat dhuha. Ia tersenyum lagi, lalu melangkah untuk
mengambil posisi untuk sholat dhuha.
Scene
62
INT_KANTOR_PAGI
Guntur,
Deri, Amran, Andre, Oki
Selesai
sholat guntur langsung menuju kantornya. Ia membuka buku tulisnya dan mulai
menulis rencana rencana yang bisa membuatnya bangkit. Dan, disaat iru juga, ia
melihat temannya pada main hp.
Scene
63
EKS_DEPAN
KELAS_PAGI
INT_KELAS_PAGI
Ust.
Jefri, Ust. Hadi, Ust. Putra, Bani, Ustz. Imel, Ustz. Dera, Ustz. Nisa, santri
kelas
Pagi
itu pimpinan mengajak ust. Hadi untuk mengontrol kelas secara dadakan untuk
mengecek persiapan ngajar. Dan ketika beliau masuk, ada beberapa guru yang
tidak membawa persiapan ngajar dan disuruh keluar.
Ust. Jefri
Mana persiapan ngajarmu?
Bani
Mafii ustad
Ust. Jefri
Ukhruj
(Ust. Jefri dan Ust. Hadi
jalan lagi, dan begitu sampai ke ustadzah)
Scene
64
INT_AULA_PAGI/SIANG
Ust.
Jefri, Ust. Hadi, Guntur dan seluruh Guru
Pada
jam istirahat, pimpinan menyuruh seluruh guru untuk berkumpul di Aula. Itu
pertemuan dadakan dan menyeramkan bagi guru.
Ust. Jefri
Hebat kalian!
Guru
(Tertunduk lesu)
Ust. Jefri
Main main kalian dalam
mendidik! Ini amanah orangtua, dan kita bertanggung jawab penuh atas mereka. Berat.
Dunia akhirat ini tanggung jawabnya. Sementara kalian main main? Hebat kalian.
Gak ada yang boleh sombong
disini!! Semua sama. Harus pakai persiapan mengajar dalam mengajar. Kalau gak
mau membuat persiapan ngajar, lebih kalian keluar saja dari sini.
Guru
(Tertunduk bahkan ada yang
menitikkan air mata)
Ust. Jefri
Saya kecewa. Kecewa sekali.
(Lalu meninggalkan rapat
begitu saja)
Scene
65
INT_KANTOR_PAGI/SIANG
Guru-guru
Semua
terdiam, lesu, termenung dan juga menangis. Pimpinan marah besar. Galau. Guntur
juga tak bisa berkata apa-apa.
(Transisi
timelapse)
Scene
66
INT_AULA_MALAM
Seluruh
santri, Bani, Guntur.
Malam
itu acara Pensi tetap harus dilaksanakan. Panitia kelabakan karna persiapan
yang kurang. Guntur hanya berani duduk di belakang, ia tak berani untuk duduk
di depan meski sudah di ajak oleh Yosri.
Yosri
Tur, yok duduk di depan
Guntur
Duluan aja yos, ana disini aja
Yosri
Okelah, kami duluan ya
Tiba-tiba
Bani datang dari belakang Guntur dan langsung menyalahkan Guntur.
Bani
Heh. Ini semua gara-gara ente.
Guntur
(Diam)
Bani
Kalau ente dari kemaren
serius, gak bakalan keteter kayak gini nih panitia
(sambil berlalu)
Guntur
(Masih tetap terdiam)
Scene
67
INT_AULA_MALAM
Seluruh
santri, Ust. Jefri, Ust. Hadi, Seluruh Guru, tim marawis.
Acara
berjalan dan berantakan. Saat tim marawis maju untuk menghibur, tiba tiba ada
masalah pada soundsystem. Kejadian tidak mengenakkan itu terjadi sekitar 2
menit dan berhasil membuat pimpinan keluar dari ruangan. Acara berhenti
seketika. Dan semua pada marah dan mencari kambing hitam dari gagalnya acara
ini.
Ust. Putra
Ini kenapa bisa begini?
Adi/Rizky Aditama
Gak tau tad, sound nya
tiba-tiba ngulah ya kan to
Anto/Arya
Iya tad, tapi kayaknya ada
yang konslet dengan speakernya
Bani
Kenapa gak kalian cek dari
sebelum sebelumnya
Anto
Udah, tapi gimana lagi, waktu
mepet dan gak sempat untuk dibawa servis
Ust. Iwan
Ini semua gara-gara Guntur,
dia yang gak becus bimbing panitia
Bani
Iyalah, tapi kita yang jadi
kena imbasnya
Ust. Putra
Hmmm, mungkin begitu
Bani
Kok mungkin? Udah pastilah
Ust. Putra
Entahlah, kok ana jadi ngerasa
kita yang salah ya
Bani
Loh, kok kita pula? Ah jadi
mau ngebela Guntur ni ya, payah ah!
(Berlalu meninggalkan Ust.
Putra, disusul ust. Iwan)
Ust. Putra
(Merenung dengan
kedewasaannya)
Scene
68
EKS_DEPAN
KANTOR BENDAHARA_MALAM
Guntur,
Bani, Ust. Iwan
Bani
pergi menjumpai Guntur yang sedang terduduk di depan kantor bendahara.
Bani
Itu dia stad
Ust. Iwan
Iya, yuk samperin
(sambil berjalan)
Bani
Hei tur, kalau aja ente becus
ngurus nih acara, gak bakalan hancur nih acara
Guntur
(Diam)
Ust. Iwan
Hei, dibilangin itu dengerin
bukan diam
Guntur
Ini kan dengerin
Ust. Iwan
Eh, ngelawan dia ban
Guntur
Ya terus mau gimana?
Bani
Pokoknya ini salah ente, ente
gak becus bimbing anak-anak, kami yang jadi kena kan
Guntur
Iya, aku salah
Ust. Iwan
Huu, dasar gak punya otak
ente, dah yuk cabut ban
Bani
Huu, besok besok mikir dulu
ya, baru kerja. Kebanyakan ngayal ente.
Guntur
(hanya diam, tapi ia tetap
tenang)
Scene
69
INT_MESJID_MALAM
Guntur
Guntur
Guntur
kembali bertahajud dan membaca al-qur’an. Ia larut dalam sujud dan dalam bacaan
qur’annya. Sampai ia teringat apa yang pernah dikatakan Bapaknya padanya.
Flashback
INT_RUMAH_MALAM
Guntur,
Bapak, Rahmet
Bapak
Tur,
Guntur
(Menoleh)
Bapak
Sebesar apapun masalah yang
kamu dapat nantinya, ingat! Kamu gak boleh berkata sedikitpun bahwa tuhan itu
tidak adil. Justru tuhan mengira kamu mampu mengatasi masalah itu, makanya kamu
dikasih masalah tersebut. Dan yang harus kamu tahu juga, di setiap ada
kesusahan, pasti ada kemudahan. Surah al-insyirah ayat 5. Jadi, kalau kamu benar-benar
galau, satu hal yang gak boleh kamu tinggalkan.
Guntur
Apa emang pak?
Bapak
(sambil menunjuk hati Guntur)
Jangan tinggalkan tuhan,
dimanapun kamu berada. Selalu terhubung ke tuhan. InshaAllah kamu akan
dimudahkan. Percayalah.
Guntur manggut manggut, dan
memeluk bapaknya.
Scene
70
INT_MESJID_SUBUH
Ust.
Jefri, Seluruh Guru&Santri
Subuh
itu, Ust. Jefri memberikan kuliah subuh kepada seluruh warga pesantren. Banyak
pesan yang beliau sampaikan.
Ust. Jefri
Assalamualaikum wr wb
Santri
Waalaikumsalam wr wb
Anto/Arya
(Meletakkan air minum di atas
meja pimpinan)
Ust. Jefri
(Pembuka/Hamdalah)
Anak-anakku, kalian datang
kesini untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu sebanyak banyaknya. Jangan datang
kesini hanya karna takut dimarahi orang tua, hanya untuk bertemu teman baru.
Jangan. Kalian disini dididik untuk jadi orang baik. Dan pendidikan itu
berjalan 24 jam. Jadi, apa yang kau lihat, apa yang kau dengar dan apa yang kau
rasa, itu semuanya pendidikan. Paham?
Santri
Paham
Ust. Jefri
Nah begitu juga dengan
guru.Kalian itu digugu dan ditiru. Jadi jangan memberikan contoh yang buruk
kepada anak-anak, karna mereka akan meniru apa yang kalian lakukan. Saya tidak
mau terulang lagi kasus yang kemarin. Tidak mau lihat lagi. Dan kalian para
santri, ketika melihat yang buruk dari guru, jangan ditiru. Bila perlu ditegur
guru tersebut. Gak mau ditegur, laporkan kepada saya. Berarti dia sudah
mengikuti langkah setan. Dan itu tidak baik untuk kelangsungan hidup kita di
pesantren ini. Kalau kalian, ini guru guru ya, tidak bisa memberikan contoh
yang baik kepada santri, saya persilahkan untuk keluar saja. Monggo, tidak usah
sungkan-sungkan.
Scene
71
INT_KAMAR_BA’DA
SUBUH
Guntur
dkk
Sehabis
ust. Jefri ceramah, semua guru merasa terintimidasi. Ada pemberontakan seara
tak langsung.
Ust. Iwan
Apa apaan ini, saya udah lama
mengabdi disini, tiba-tiba disuruh keluar hanya karna masalah sepele. Hmmm,
tidak terima saya.
Bani
Ana juga, baru juga mau ikhlas
disini. Parah.
Guntur
Apa yang dikatakan pimpinan
tadi benar adanya, sebaiknya kita intropeksi diri masing-masing
Amran, Yosri, Galang
Betul itu
Bani
Alah, bulshit dengan
intropeksi. Ini kan gara-gara ente, jadi bermasalah semuanya.
Guntur
Terserah mu mau bilang apa
Ust. Putra
Hmm,, kayaknya ana harus
keluar dari sini
Bani
Haa,, kok tiba-tiba tad?
Ust. Putra
Ya gimana lagi coba
Ust. Iwan
Sama, ana juga pengen keluar
sih. Pengen cari suasana baru
Andre
Iya, kok ana juga kepikiran ya
tad
Deri
Iya, ana juga. Kayak gak ada
apa-apa kita disini juga
Bani
Lah, kok pada mau keluar nih?
Deri
Gimana lagi lah ban, ana pun
kalau bertahan, gini gini aja
Oki
Ana juga sih, kepikiran juga
jadinya
(Sementara Amran, Yosri dan
Galang, mereka lebih memilih untuk mandi)
(Transisi)
Scene
72
INT_KELAS
PUTRI_PAGI
Guntur,
santri putri
Pagi
itu, Guntur masuk kelas seperti biasanya dengan membawa buku persiapan
ngajarnya.
Guntur
(Berjalan menuju kelas)
Guntur
Assalamu’alaikum wr wb
Santri
Waalaikumsalam wr wb
(Di belakang)
Hudiyah
Ustadz keren ana masuk Lir
Lira
Udah, diam dulu
Guntur
What is our lesson now?
Santri
Our lesson now is English
Sitorus
Tad, sebelum belajar saya
boleh nanya?
Guntur
Mau tanya apa?
Sitorus
Dengar-dengarnya ada Guru yang
mau keluar ya?
Guntur
Hmmm, saya gak tau tuh, kamu
tau darimana?
Sitorus
Biasalah tad, saya nih,
melebihi Google
Santri lain
huuuuuuu
Guntur
Sudah-sudah
Hudiyah
Tapi ustad gak keluar kan?
Guntur
(Tersenyum)
(Dua
pekan kemudian)
Scene
73
INT_KANTOR_PAGI
Guntur
& Buku rencana
Pagi
itu, guntur baru saja menandai buku pelatihannya dan itu sudah masuk pekan
kedua setelah ia dalam masa pelatihan. Dan tibalah saatnya ia untuk bertemu
dengan pimpinan.
Scene
74
INT_KANTOR
PIMPINAN_PAGI
Guntur,
Ust. Jefri
Pagi
itu, setelah memantapkan mental, Guntur pergi menghadap pimpinan.
Guntur
Assalamulaikum
Ust. Jefri
Waalaikumsalam, madza guntur?
Guntur
Sa atakallam syaian ustadz
Ust. Jefri
Thoyib, dukhulan
Guntur
(Masuk)
Ust. Jefri
Julusan
Guntur
Syukron ustad
Ust. Jefri
(santai)
Heh, mau ngomong apa?
Guntur
Hmmm, sebelumnya ana pribadi
mau minta maaf atas semua kesalahan ana yang ana lakukan stad
Ust. Jefri
Dimaafkan, terus?
Guntur
Hmmm, ana mau minta nasehat
antum stad, gimana caranya ana bisa bantu antum disini
Ust. Jefri
Ooo. (sambil menghela nafas)
Yang harus ente lakukan itu,
teruslah berbuat, jangan takut salah. Berbuat yang baik tentunya. Jadi guru tuh
bukan hanya sekedar mengajar di kelas, tapi total. Karna kita ini di pesantren,
yang 24 jam, santri akan melihat prilaku kita. Lah, kalau kan gurunya saja
tidak benar, bagaimana dengan santrinya, iya toh?
Guntur
Na’am stad
Ust. Jefri
Nah itu, itu yang harus ente
lakukan. Melakukan apa yang seharusnya seorang guru lakukan. Bahkan, kalau
bisa, santri itu melihat kita itu terinspirasi dia. Aku mau jadi kayak guru
itu, misalnya. Gitu.
Guntur
(Manggut-manggut)
Ust. Jefri
Nah jadi, dengan sadarnya ente
atas peran enet disini itu juga menjadi nilai tersendiri. Kalau ente mau
berubah, silahkan. Itu tadi, berbuat apa yang harusnya seorang guru perbuat.
Jadilah inspirasi bagi para santri. Ingat pesan nabi Syu’aib ‘In uriidu illa
al-islah mastatho’tu’
Guntur
Syukron katsirin ustad
Ust. Jefri
Masih ada? Cukup?
Guntur
InshaAllah cukup stad, sykron
Ust. Jefri
Afwan
Guntur
Kalau gitu, ana pamit ustad,
makasih atas nasehatnya
Ust. Jefri
Iya, sama-sama
Guntur
Assalamu’alaikum
Ust. Jefri
Waalaikumsalam
(sambil manggut-manggut)
Scene
75
INT_KAMAR_SIANG
Guntur,
Bani, Putra, Iwan, guru lainnya, Ust. Jefri
Braakk.
Bani membanting pintu lemarinya sesaat Guntur masuk kamar. Semua orang kamar
bingung.
Ust. Iwan
Gak tahan ana, sumpah. Keluar
ajalah
Guntur
(Diam, sambil merapihkan
kasurnya)
Bani
Ana juga, hei hee.... kenapa
bisa gini sih jadinya
Ust. Putra
Udahlah, bagaimanapun ini udah
jadi keputusan kita tadi toh di kantin
Andre
Emang kalian mutusin apa tadi
disana? Pacar ya, hayo ngaku (Sambil bercanda)
Bani
Mutusin lehermu, mau kau
Andre
Wait jangan dong, nanti kalian
kehilangan orang ganteng kayak gue lagi
Ust. Putra
Andre! Orang lagi serius.
Andre
Ooo, oke. (Sambil melanjutkan
gamenya)
Mereka bertiga terduduk di
tengah kamar. Dan tiba-tiba ust. Putra pergi mendekati Guntur.
Putra
Tur, maafin kita ya
Guntur
Buat?
Putra
Semuanya, pokoknya kami salah
tur sama ente
Guntur
Iya, dimaafin, maafin ana juga
Bani
(datang mendekat)
Kalau aja kami gak berniat
buruk ke ente kemaren tur, pasti semuanya baik-baik aja
Guntur
Udah, gak apa-apa, all is
well. I’m okey.
Iwan
Bagaimanapun kami merasa salah
tur.
Guntur
Hmmmm, iya, semuanya udah ana
maafin. Bahkan udah lama
Bani
Serius?
Guntur
2 rius ane mah
Bani
(Memeluk Guntur, dan disusul
oleh Iwan dan Putra)
Andre
Yah, malah drama mereka
Bani
Berisik!
Andre
Oo. Oke
Putra
Kami percaya sama ente tur
Guntur
Maksudnya tad?
Bani
Pokoknya ente harus disini
terus, jangan kemana mana
Guntur
Ke toiletpun gak boleh? (Nada
bercanda)
Bani
Ya gak gitu juga. Maksudnya
jangan keluar pesantren dulu
Guntur
Hehe, iya inshaAllah.
Putra
Pesantren butuh orang kayak
ente
Guntur
Hmmm, gak boleh berlebihan
stad. Antum harusnya yang lebih dibutuhkan disini
Putra
Hmmm, mungkin kami udah aja
dulu tur. Gak sanggup
Guntur
Hmmm, kalau itu sudah menjadi
keputusan, gimana lagi lah
Iwan
Sekali lagi maafin kami tur
Guntur
Iya
(Berpelukan lagi)
Scene
76
INT_RUMAH
PIMPINAN_SIANG
Bani,
Iwan, Putra
Siang
itu, Bani Ust. Putra dan Ust. Iwan mohon pamit kepada pimpinan.
Putra
Assalamualaikum
Ust. Jefri
Waalaikumsalam, julusan
(semua duduk)
Ust. Jefri
Haa, ada apa? Ngomong aja
Putra
Begini stad, kami berencana
mau resign, atau bahasa mudahnya keluarlah stad. Bagaimana menurut antum?
Ust. Jefri
Boleh, silahkan. Tapi apa gak
terburu-buru?
Bani
Terburu buru gimana stad?
Ust. Jefri
Jangan mengambil keputusan
disaaat emosi
Iwan
Ini sudah mantap stad, tapi
kami masih mau mikir-mikir lagi
Ust. Jefri
Oo ya sudah, kalau gitu
keluarnya nanti aja, di akhir semester. Tanggung.
Putra
Baiklah ustad, kami akan coba
sampai akhir semester ini
Ust. Jefri
Oke
Putra
Kalau gitu, kami mohon pamit
ustad assalamualaikum
Ust. Jefri
Iya, waalaikumsalam
Beberapa
bulan kemudian . . .
Scene
77
EKS_DEPAN
TWISTER_SORE
Guntur, Bani, Ust. Iwan, Ust. Putra, seluruh guru
Guntur, Bani, Ust. Iwan, Ust. Putra, seluruh guru
Perpisahan.
Sore itu adalah perginya ketiga orang yang bisa jadi rivalnya Guntur, tapi
guntur menganggap semuanya teman. Bani, Ust. Putra dan Ust. Iwan akan pergi
meninggalkan pesantren.
(Penuh tangis)
Bani
Bro, maafin ana selama ini
selalu buat ulah. Terutama ke Guntur
Ust. Putra
Ana juga. Sebagai senior, ana
belum bisa mencontohkan hal baik kepada kalian semua.
Ust. Iwan
Hmmm, ana juga. Seharusnya senior
itu bisa memberi contoh dan menginspirasi teman, bahkan juga santri. Tapi
inilah kami, dengan segala kekurangan.
Guntur
Sudah, yang berlalu biarlah
berlalu. Perpisahan memang sulit diterima. Tapi inshaAllah, Allah akan selalu
beri yang terbaik untuk kita.
Bani, Ust. Iwan dan Ust. Putra
pun menyalami dan memeluk seluruh teman guru.
Bani
Maafin ana tur, ana duluan
Guntur
Iya, semoga sukses di luar
sana
Ust. Putra
Bimbing temanmu yang lain tur.
Ana percaya sama ente
Guntur
Makasih ustad
Ust. Iwan
Jadi guru yang bisa
menginspirasi anak-anak ya tur
Guntur
InshaAllah tad
Andre
(Dengan gaya Youtuber)
Wah, wah, wah... ada drama
nih. Hey guys. Sore ini nampaknya sore yang sedih guys
Oki
Apaan sih ndre, orang lagi
sedih juga
Guntur
Entah tuh.
Andre
Eh, iya iya. Maaf. Maaf guys.
Jangan lupa subscribe (cengengesan)
Datanglah mobil pesantren yang
siap mengantar mereka ke depan.
Wan (Supir Pesantren)
Gimana, udah siap? Masih ada
satu trip lagi nih habis ini
Bani
Udah om, ini mau berangkat
Wan
Oke siap
Bani, Ust. Putra, Ust. Iwan
Kami pamit. Assalamualaikum
Guru lain
Waalaikumsalam
Suasana
haru pun masih berlangsung sampai mobil yang ditumpangi mereka sudah tak
terlihat lagi.
Scene
78
EKS_DEPAN
TWISTER_SORE
Guntur, Galang, Yosri, Oki, Andre, Deri, Melati, Dera, Nisa, Imel dan Ustadzah
Guntur, Galang, Yosri, Oki, Andre, Deri, Melati, Dera, Nisa, Imel dan Ustadzah
Bahkan,
saat mereka akan turun, Guntur meihat Beberapa Ustadzah yang lain juga sedang
ke atas mengantar Ustadzah yang juga pindah. Ia melihat sosok itu, sosok yang
ia selalu tulis dalam puisi. Dia juga pergi.
Guntur
(Mencegat satu ustadzah)
Ehem, maaf Ustadzah, Melati
juga pindah?
Ustz. Lidya
Iya, dia pindah. Kenapa?
Guntur
Gak apa-apa ustadzah
Ustz. Lidya
Ya udah
(sambil berlalu)
Guntur hanya melihat mereka
dari kejauhan, lalu melanjutkan jalan ke kamar.
Sedih. Pasti. Tapi ia bisa
menghadapinya.
Beberapa
tahun kemudian . . .
Scene
79
INT_KANTOR_PAGI/SIANG
Guntur,
Yosri, Galang, Oki, Deri, Andre
Saat
itu Guntur sedang duduk di Kantornya. Ia membaca buku Inspiring Teacher, buku
yang mampu melejitkan kemampuan kita sebagai pendidik. Hanya tinggal beberapa Guru yang tersisa di
Pesantren. Yosri saat itu di dapuk sebagai guru Pengasuhan, yang setiap hari
tak jauh dari rotan (Syuting individu tanpa teks). Sedangkan Oki menjadi
pelatih drumband (Syuting saat dia melatih drumband), Galang menjadi guru memanah dan dapur santri
(Syuting saat latihan memanah dan kontrol dapur), Deri menjadi Operator madrasah,
yang selalu sibuk depan laptopnya. (Syuting saat di kantor dan sedang ngetik),
dan terakhir Andre. Dia memang sudah keluar dari pesantren, dan kalian taulah
dia jadi apa. (Dia bergaya layaknya YouTuber)
Scene
80
INT&EKS_BANYAK
LATAR_PAGI/SIANG
Guntur,
Kelas 6
Guntur
menjadi wali kelas 6 putra saat itu. Ia di segani oleh santri.
a. Scene
saat jalan (Santri membungkuk)
Tanjung
dkk
Assalamualaikum
tad
Guntur
Waalaikumsalam
b. Scene di
kelas
Guntur sedang mengajar dan
terlihat santri sangat antusias dengannya.
c. Scene
saat lag duduk di bawah beringin dengan anak-anak disertai tawa
d. Scene
saat teman guru yang bertanya kepadanya
Scene
81
EKS_TEMPAT
MAKAN_SIANG/SORE
Guntur, Ust. Jefri
Guntur, Ust. Jefri
Belakangan
Guntur sering di ajak makan oleh pimpinan. Bukan hanya sekedar makan, tapi juga
membahas masa depan pesantren.
a. Scene
saat lagi makan di tempat mie aceh
b. Scene
saat lagi makan bakso
c. Scene
saat lagi di rumah makan padang
Scene
82
EKS_KANTOR/BERANDA RUMAH_SIANG/SORE
Guntur, Ust.
Jefri, Yosri, Oki, Galang, Amran, Deri
Sore
itu, Guntur dan teman-temannya dikumpulkan oleh pimpinan untuk satu acara.
Ust. Jefri
Jadi, kalian dikumpulkan
sekarang, untuk membentuk panitia inti acara pidato akbar santri
Gimana? Siap?
Deri
Kalau kami siap-siap aja sih
tad
Ust. Jefri
Yang lain?
Guntur dkk
Kami siap juga
Ust. Jefri
Untuk penanggung jawab saya
percayakan kepada Guntur, dan ingat, tidak boleh gagal lagi
Guntur
Siap tad
Ust. Jefri
Kalau gitu, nunggu apalagi?
Guntur
Berangkat!
(Transisi cepat dan keren)
Scene
83
INT_AULA_SIANG
Guntur
dkk, Santri kelas 6
Siang
itu guntur mengumpulkan seluruh kelas 6 dan mulai merancang acara yang bakalan
dia bikin. (tidak ada bicara, just act)
Take 1
(Saat Guntur duduk bersama
teman guru dan santri)
Take 2
(saat guntur menulis di papan
tulis)
Take 3
(saat Guntur mengatur)
Take 4
(Saat semua tepuk tangan dan
semangat)
Take 5
(Saat mereka salam kekompakan)
Scene
84
EKS&INT_AULA_SIANG/SORE
Guntur
dkk, Santri
Guntur
mulai bekerja bersama panitia.
Take 1
(Guntur melihat anggota yang
merapikan panggung)
Guntur
Der, itu agak dihias dikit
bisa ya
Deri
Oke sip
Take 2
(Saat menyusun kursi)
Guntur
Yos, coba perintahkan ke
anak-anak, itu masih kurang rapih, dan kalau bisa meja untuk VIP di kasih
taplak
Yosri
Oke siap
Take 3
(Saat mengecek soundsystem)
Guntur
Ki, coba cek sound, suruh
anggota
Oki
Oke siap, Anto! Cek sound
sekarang
Anto
Siap tad
(Sound dicek, dan masih ada
yang storing)
Guntur
Itu masih kekencangan echonya,
turunin lagi
Anto
Baik tad
Take 4
(Saat Guntur menanda tangani surat)
Guntur
Eh, leha, ini surat habis
ditanda tangan langsung kasih ke adit ya
Soleha
Baik stad
Guntur
Nah, itu adit. Dit!
Adit
Na’am stad
Guntur
Ini, antar surat sekarang ke
tamu undangan, ajak ust. Galang
Adit
Siap tad
Take 4
(Saat Guntur mengecek
persiapan konsumsi dan peserta)
Guntur
(Nelpon)
Ran, konsumsi gimana, udah
dipesan?
Amran
Udah tur, aman
Guntur
Kapan diambil?
Amran
Besok jam 5 sore
Guntur
Oke sip, eh persiapan peserta?
Aman?
Amran
InshaAllah aman.
Guntur
Bagus. Dicek sekali lagi
kematangan mereka
Amran
Siap bos
Scene
85
INT_AULA&MESJID_PAGI
Guntur
Guntur
melihat jam tangannya, dan itu sudah menunjukkan waktu dhuha. Ia segera
meninggalkan aula dan segera ke mesjid untuk sholat dhuha.
Guntur
Eh, yang mau sholat dhuha,
sholat dulu yuk
Yang lain
Baik tad
Scene
86
INT_MESJID_SORE
Guntur dkk, Santri
Guntur dkk, Santri
Guntur
melakukan crosscheck terakhir sebelum acara nanti malam dan memberikan sedikit
breafing.
Guntur
Baik, ruangan sudah oke yos?
Yosri
100% sudah tur
Guntur
Panggung dan background aman?
Deri
Aman tur. 100% juga
Guntur
Surat udah disebar semua ya
lang?
Galang
Aman tur. Terkendali.
Guntur
Sound juga aman ya ki?
Oki
Oke siap, aman terkendali
Guntur
Nah, peserta dan konsumsi
gimana ran?
Amran
Oke, anak-anak sangat antusias
dan konsumsi ready
Guntur
Oke, kalau semua sudah oke,
maka dengan berharap berkah Allah, mari kita berdoa, berdoa mulai
Berdoa selesai
Guntur
Dengan sama-sama mengucap
bismillah, semoga acara kita berjalan lancar Aamiin
Yang lain
Aamiin
Guntur
Bismillah
Scene
87
INT_AULA_MALAM
Guntur
dkk, seluruh santri dan Guru
Malam
itu acara berlangsung. Dan berakhir dengan keren.
Take 1
(Saat opening, membuat semua
terperangah)
Take 2
(Saat MC membuka acara)
MC : Adit & Adi
Take 3
(saat salah seorang peserta
menampilkan pidato yang keren)
Take 4
(saat seluruh santri
bergemuruh dan kagum)
Take 5
(Special performance dari tim
marawis)
Take 6
(Saat pimpinan tersenyum dan
memberikan tepuk tangan)
Take 7
(Acara selesai, dan Pimpinan
mendekati Guntur dan panitia)
Ust. Jefri
Mantap. The best Agenda ever.
Kalian keren. (menjabat tangan guntur)
Guntur
Jazakallahu ustad. Ini berkat
usaha dan do’a anak-anak ustad
Ust. Jefri
Waiyyaka. Good job. You
deserve it.
Guntur
Thanks a lot sir
Ust. Jefri
Okelah, kalau gitu saya pulang
lagi ya
Guntur
Baik ustad
Ust. Jefri
Assalamualaikum
Guntur
Waalaikumsalam
Ust.Jefri
Pokoknya patenlah
Guntur
Hehe. Syukron stad
Acara berjalan lancar. Guntur
tersenyum.
Scene
88
INT_AULA_MALAM
Guntur
dkk, panitia
Selesai
acara guntur mengumpulkan panitia untuk evaluasi.
Guntur
Baik, setelah semua
terlaksana, mari kita mengucapkan hamdalah dan sujud syukur.
Alhamdulillahi robbil ‘alamin
Yang lain
Alhamdulillahi robbil ‘alamin
Guntur
(Bersujud)
Yang lain
(Bersujud juga)
Guntur
Baik, dengan demikian semua
yang telah kita rencanakan, semua berjalan lancar, walau masih terdapat
kekurangan. Tapi tidak apa, tak ada yang sempurna di dunia ini.
Scene
89
EKS_RUMAH
PIMPINAN_SIANG
Guntur,
Ust. Jefri
Besoknya
Guntur memohon izin untuk pulang, menjenguk orangtuanya. Dengan senang hati, ia
diizinkan oleh pimpinan.
Guntur
Assalamualaikum
Ust. Jefri
Waalaikumsalam, ada apa tur?
Guntur
Mau izin jenguk bapak ustad
Ust. Jefri
Ooo. Silahkan, mau berapa
lama?
Guntur
Hehe. Sebentar aja kok tad
Ust. Jefri
Na’am, jangan lupa balik ya
Guntur
Kalau itu gak akan lupa tad
Ust. Jefri
Ya udah pulanglah
Guntur
Baik tad, Assalamualaikum
Ust. Jefri
Waalaikumsalam
(Transisi
motor berjalan, shoot dari ban)
INT_RUMAH_SIANG
Guntur,
Pak Abdul, Rahmet
Guntur
pulang dengan membawakan martabak untuk Ayah dan adiknya.
Guntur
Jadi, gimana keadaan bapak
sekarang?
Bapak
Alhamdulillah, sekarang udah
bisa kerja dikit-dikit
Guntur
Kalau masih sakit jangan
dipaksain pak, Guntur masih bisa kok ngirimin uang ke rumah
Bapak
Iya nak, bapak bangga sama
kamu
Guntur
Hehe,,, bapak bisa aja. Ini
semuakan karna doa bapak juga
Bapak
Iya, iya
Guntur
Jadi gimana? Rahmet mau masuk
pesantren tahun depan?
Rahmet
Nanti yang jagain bapak siapa bang?
Bapak
Udah, kamu tenang aja. Bapak
aman kok disini sendiri.
Guntur
Serius bapak?
Bapak
Iya, serius
Guntur
Maaf nih ya pak, bapak gak ada
niatan untuk nikah lagi?
Bapak
Hahaha.. Bapak gak kepikiran
sekalipun nak, bapak itu Cuma sayang sama ibumu
Guntur
Tapi kan ibu udah lama
meninggal pak
Bapak
Tetap nak, Bapak akan terus
setia walau ibumu sudah tiada. Karna kesetiaan itu mahal nak.
Guntur
Ooo, begitu ya pak
Bapak
(Mengangguk)
Scene
90
EKS_TEPI
SUNGAI_SORE
Guntur, Khairul, Yoga
Guntur, Khairul, Yoga
Sore
itu, Guntur menyempatkan diri untuk ngobrol sama teman-temannya.
Guntur
Fiuuh
Yoga
Apa kabar lu anak pesantren?
Guntur
Ane baik-baik aja, kalian
gimana?
Khairul
Kami selalu baik mah. Bahagia.
Ya kan yog
Yoga
Yups, bener banget
Guntur
Udah lama ya kita gak
nongkrong disini
Khairul
Iya, dulu pas masih kecil
setiap sore kita kesini
Yoga
Iya, habis itu mandi langsung
Guntur
Kangen ane sama masa-masa itu
Yoga
Sama, ane juga
Khairul
Andai waktu bisa diputar balik
ya
Guntur
Iya
(Semua pada menghela nafas)
Guntur
Daripada Gabut gini, mending
main PS kita yuk
Khairul
Eh, nantangin dia yog
Yoga
Oke, siapa takut. Yok.
(Transisi
saat di tempat PS)
INT_TEMPAT
PS_SORE
Guntur,
Yoga, Khairul
Take 1
(Mereka main PS bareng)
Guntur
Gooooolll!
Yoga
Wah parah, makin keren dia
main rul
Khairul
Iya nih yog, ngeri awak
Guntur
Haha,,, siapa dulu. Guntur
nih. Bukan klengkeng-klengkeng
Khairul-Yoga
Kaleng-kaleng
(Transisi
Timelapse pagi/sunrise)
Scene
91
INT_KANTOR
BARU_PAGI
Guntur,
Ust. Jefri
Guntur
diberi kantor baru oleh ust. Jefri. Dan ia sangat senang.
Guntur
Wah, antum serius ini tad?
Ust. Jefri
Iya serius
Guntur
Emang kenapa antum kasih ana
kantor sendiri begini
Ust. Jefri
Biar ente tuh bisa fokus dalam
berkarya, suka berkarya toh
Guntur
Suka banget tad
Ust. Jefri
Saya sering baca
tulisan-tulisanmu di facebook, dan itu bagus kalau dikembangkan
Guntur
Hehe, iya tad. Jadi malu
Ust. Jefri
Ya sudah, ini kantor
dirapihkan, dibuat senyaman mungkin buat kamu, bila mau jadikan studio, jadikan
Guntur
Beneran nih tad?
Ust. Jefri
(Mengangguk)
Guntur
Jazakallahu khairan katsiran
stad
Ust. Jefri
Waiyyaka
Take 1
(Guntur mulai merapihkan
kantornya)
Take 2
(Guntur mengeset ruangannya
biar cantik dan rapih)
Take 3
(Guntur menghias kantornya)
Guntur
Fiuh. Selesai.
Beberapa
bulan kemudian ...
Scene
92
EKS_LUAR
AULA_PAGI
Persiapan
perpisahan dari santri kelas 6. Dan Guntur adalah wali kelasnya. Santrinya
mendekat kepadanya.
Saptaji
Ustad, bakalan sedih nih nanti
Adit
Iya tad, hmmm, sedih ana
Guntur
Udah, dibawa santai aja
Ferdi
Tapikan nanti kami udah pergi
dari pesantren
Guntur
Iya, saya ngerti
Ferdi
Bakalan rindu dengan pesantren
stad
Guntur
Doakan selalu pesantren ya
Karim
Selalu tad
(Semua larut dalam kesedihan)
Adit
Jangan lupa sama kami ya tad
Guntur
Justru saya yang harusnya
berkata sebaliknya
Tono
Kami gak akan lupa tad. Ustad
kan, guru terkeren kami, ya kan gy, pung
Egy & Pupung
Iya
(Adit memeluk Guntur)
Adit
Makasih atas bimbingannya tad
Guntur
Sama-sama, kalian juga keren
kok
(Melihat jam)
Guntur
Ya udah yok masuk, sebentar
lagi acara bakalan dimulai
(Semuanya masuk ke ruangan)
Scene
93, 94, 95
INT_AULA_PAGI
Guntur,
Ust. Jefri, dan santri
Pagi
itu, sesaat setelah acara, santrinya datang mendekatinya dan memeluk dan
menyalami guntur. Buliran airmata itu mengalir dengan sendirinya.
Adi
Makasih atas bimbingannya
selama ini tad
Anto
Iya tad, makasih banyak
Guntur
Udah, kebanyakan makasih
kalian nih
Adit
Serius loh tad
Guntur
Iya, udah ah nangisnya. Baper
nih saya jadinya
Guntur
Pesan saya nih ya, untuk
kalian semua. Jaga selalu nama baik pesantren ini. Ingat, kalian adalah anak
kandung pesantren ini. Jangan sampai kalian sakiti dengan prilaku kalian yang
gak baik di luar sana nantinya. Dan satu hal. Jadilah manusia yang bermanfa’at
bagi orang lain. Karna itulah sebaik-baik manusia.
Santri
(Manggut-manggut)
(Transisi)
Saat Guntur sedang mengobrol
dengan teman gurunya, datang Hidan yang mengajak foto bareng dengannya.
Hidan
Foto bareng yok tad
Guntur
Oke, yuk. Udah kumpul semua?
Hidan
Udah tad
Guntur
Oke yuk
Tukang Foto
1, 2, 3
(Foto)
Narasi
: Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Apalagi menjadi guru yang menginspirasi
muridnya. Tapi kalau kita tidak mau bergerak untuk merubah itu menjadi mudah,
maka lebih baik jangan. Jalankan dengan berfikir, lakukan dengan ikhlas, dan
berikanlah murid inspirasi.
Selesai.
Komentar
Posting Komentar