Hari yang kurasa sangat membuat urat saraf terganggu. Bagaimana tidak, sampai ke pagi tadi pun aku masih terus berkutat dengan penyusunan jadwal pelajaran. Pekerjaan yang mungkin tidak terlalu rumit, namun membutuhkan kesabaran ekstra dan juga ketelitian. Sampai ke pagi tadi, aku merasakan mual dan mataku berkunang-kunang, yang menyebabkan aku masuk keparit pendakian di Pesantrenku. Aku benar-benar sempoyongan. Aku seperti kekurangan darah. Namun, aku tetap jalani itu. Karna masih banyak PR yang harus kukerjakan.
GURU TERBAIK, ADALAH PENGALAMAN HIDUP
Kau tau bagaimana rasanya semu dan tak berarah? Kau tau bagaimana rasanya diri tak punya sandaran? Kau tau bagaimana rasanya kalau kita bependidikan? Semua pertanyaan tersebut merupakan refleksi untuk kita semua. Bagaimana kalau kita hidup tanpa belajar, seolah kehampaan menghampiri begitu saja. Di saat kesenangan hidup dirasa cukup, saat itulah hampa mulai menghampiri. Pentingnya sebuah keseimbangan. Kau tak selamanya akan merasakan senang, begitu pula sebaliknya, kau tak akan selamanya merasakan sedih. Kembali lagi, keseimbanganlah yang akan mewarnai hari-harimu. Yang membuat kau menjadi seseorang yang mempunyai nilai. Saat kau mampu merasakan keduanya, dan kau mampu menyeimbanginya, maka kau telah melewati ujian yang sesungguhnya. Dipuji tidak terbang, dihina tidak tumbang. Harap-harap dapat validasi, namun nyatanya kau sedang merefleksi diri. Kau haus pujian? Hidupmu sangat kesepian. Butuh sesuatu yang bemakna dan bernilai untuk terus kau lakukan. Kau tak sanggup dengan cob...
Komentar
Posting Komentar